Minggu, 08 Mei 2016

CERITA SEKS DEWASA - PENGALAMAN PERTAMA SEPASANG KEKASIH

Pengalaman Pertama Sepasang Kekasih


Peristiwa ini dimulai ketika saya mengajak kekasih saya untuk bermain di rumah saya. Seperti halnya orang pacaran, kami hanya melakukan ciuman-ciuman ringan di pipi dan bibir saja. Namun, entah sejak kapan tangan kami berdua mulai berani memegang dan meraba bagian-bagian intim, walaupun sebenarnya kita tahu kalau ini tidak pantas dilakukan oleh dua insan yang masih dalam tahap pacaran.



Saat tangan saya mulai menyentuh dan menggengam payudaranya yang masih di bungkus dengan seragam sekolah, pacarku sama sekali tidak mencegahku untuk melakukan itu. Karena berfikir dia memberikanku peluang, maka aku lebih berani untuk meremas payudaranya lebih keras. Tanpa ku sadari ternyata dia juga menikmatinya. Saya jadi semakin lebih berani lagi. Tangan saya mulai turun ke area selangkangannya dan saya mulai mengelus bibir vaginanya. Namun dia membiarkan saya dan tidak merespon apapun. Saat itu pacarku hanya menggunakna celana legging, jadi bisa kebayangkan seperti apa seksinya pacarku ini. Lagi enak-enak memainkan jari di selangkangannya, tanpa aku sadari, tangan dia juga mulai menyentuh area selangkanganku. 

Mungkin karena saya grogi, maklum baru pertama kali juga. Jadi saya tidak memperhatikan tangannya. Bagi kalian yang membaca mungkin kalian berpikir kalau saya adalah orang bejat. Tapi karena kepasrahannya yang membuat saya semakin menjadi-jadi. Saya mulai memasukan tangan saya kedalam pakaiannya. Saya dapat merasakan betapa halus kulit pacar saya ini, lantas tangan saya mulai meremas kembali payudaranya. Saya meremas payudaranya sambil menciumi lehernya. Suara desahannya mulai mengisi keheningan di ruang kamar tidurku, tanganku semakin liar, kali ini aku mulai berani memasukan tanganku kedalam celananya. Namun saya ada sedikit rasa takut ketika ingin meraba kemaluannya. Saya coba untuk mengumpulkan keberanian saya. Saya mengawali dengan menekan bibir vagina pacar saya menggunakan jari tengah saya. Pada saat itulah dia tersentak kaget dan menahan tangan saya. Mata dia menatap saya dengan sangat tajam.

"Jangan dimasukkan ya Mas" katanya.

Saya hanya tersenyum dan mengiyakan pertanyaannya, lalu dia mulai menciumi bibir saya. Jari saya mulai bergerak kembali dan memainkan bibir vaginanya. Mulai dari dinding vagina hingga ke bibir vaginanya mulai basah oleh lendirnya. Saya mulai berani untuk meminta pacar saya agar dia mau memegang kemaluan saya yang mulai menegang. Ternyata dia juga tidak menolak. Dapat dilihat dari mimik wajahnya, kalau dia gugup saat akan membuka retsleting celana saya. Dia juga terlihat malu untuk menatap wajah saya ketika dia sudah menggengam kemaluan saya. Supaya dia tidak terlalu gugup, maka saya mencium bibirnya. Sudah lebih dari setengah jam kami hanya melakukan oral seks yang ringan. Lalu saya mulai berani untuk mengajaknya bugil bersama. Ada rasa ragu dari dirinya, mungkin dia takut aku kecewa apabila dia tidak ingin melakukannya.


"Kamu serius mau tanggung jawab yang ?" tanyanya lagi.

Saya hanya terdiam sejenak dan saya mengangguk tanda menyanggupinya. Sebenarnya dalam hati ini saya juga masih ragu. Apakah saya berani mempertanggung jawabkan ini semua ? Pacarku mulai menanyakan aku kembali. Dan tanpa pikir panjang aku juga mengiyakan lagi. Dia mulai melepaskan kancing bajunya satu persatu. Dan dia juga menolak untuk dibantu olehku.

"Biar Saya sendiri saja.., Kamu lepas bajumu" katanya.

Saya hanya diam dan membiarkannya, lalu saya membuka seluruh pakaian saya sehingga kita berdua telanjang bulat. Meskipun dia masih terlihat malu dengan menutupi payudara dengan tangannya dan kedua kakinya yang disilangkan. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang saya munggengam tangannya dan mulai menurunkannya. Lalu saya langsung meremas payudaranya yang kenyal dengan halus, dan dia hanya diam saja. Entah kenapa dia langsung berani untuk mengelus kemaluan saya tanpa saya minta terlebih dahulu. Mungkin karena terlalu terangsang dia juga mulai menuntun tangan saya untuk menyentuh bagian kemaluannya. Supaya dia juga tidak malu, maka saya menciumi bibirnya. Dia juga menikmati permaian yang saya berikan, dia menuntun jari saya agar menekan vaginanya lebih dalam. Saya dapat merasakan vaginanya mulai dibasahi oleh lendirnya. Kemudian dia mulai merebahkan dirinya. Saya mengikutinya dengan merebahkan tubuh saya diatas dirinya. Kami semakin liar dalam bercumbu. Saat saya mencubit dan memainkan klitorisnya, dia semakain mendesah dengan keras, lebih keras dari yang tadi. Saya yang sudah sangat terangsang tidak dapat menahan diri lagi, dan saya meminta dirinya untuk ke tahap selanjutnya. Dia hanya mengangguk tanpa setuju.

Setelah itu dengan cepat saya mencoba untuk menancapkan kemaluan saya kedalam vaginanya. Tetapi sangat amat sulit sekali. Hampir saya menyerah untuk membobol vagina kekasih saya. Dan saya juga mulai merasakan sakit. Dia juga nampak meraskan sakit, dengan perkataannya yang kecil dia berbisik "Aduh.., aduh" Saya juga menjadi tidak tega. Akhirnya saya memilih untuk berhenti sesaat dan mulai mengelus bibir vaginanya. Dan bertanya kepadanya.

"Masih sakit?" tanya saya.

"Udah nggak begitu sakit" jawabnya.

Saya mencobanya kembali, kali ini saya meminta pacar saya untuk membuka vaginanya lebih lebar. Tapi kenapa masih sulit sekali untuk ditembus. Padahal teman-teman saya yang sering berhubungan seks, jika vagina sudah basah, maka akan lebih mudah untuk ditembus. Tetapi saat ini bukannya berhasil menembus vagina pacar saya, malah kemluan saya yang sakit. Saya menjadi putus asa, dan kemaluan saya sudah tidak tegang kembali, mungkin karena saya kurang fokus.

Lalu saya teringat pada majalah dewasa yang pernah saya baca, bahwa ada jenis selaput dara yang lebih tebal sehingg sulit ditembus daripada selaput dara yang normal. Saya mulai percaya diri kembali. Saya mengusulkan kepada pacar saya agar menggunakan jari saja terlebih dahulu. Dengan begitu lubang vagina pacar saya akan agak lebih lebar. Dia sih setuju saja. Sebenarnya saya sendiri sadar kalau selaput daranay akan sobek oleh jari saya sendiri, bukan oleh kemaluan saya. Tetapi itu adalah satu-satunya cara. Daripada kami berdua menjadi kesakitan. Awalnya saya hanya menggunakan jari kelingking saja. Dia hanya mampu mendesah sambil mengigit bibir bawahnya. Lalu saya ganti dengan jari tengah untuk merangsangnya. Pacar saya hanya mampu mendesah saja. Lalu saya masukan jari tengah dan jari telunjuk masuk ke dalam vaginanya. Dia menjerit dan mengerang sambil tangannya menahan tangan saya agar tidak masuk lebih dalam lagi. Setelah dia melepaskan tangannya, saya menjadi lebih leluasa untuk memainkan tangan saya didalam vaginanya.

Setelah saya kira sudah cukup, saya mencoba kembali memasukan kemaluan saya kedalam vaginanya. Saya membuka bibir vaginanya, sementara dia memandu kemaluan saya. Kini menjadi lebih gampang memasukannya. Namun tetap saja dia merintih kesakitan. Saya juga masih merasakan sakit. Kemaluan saya seperti ditekan sangat keras. Apabila dia merasakan sakit maka dia berusaha untuk menghentikan majunya kemaluan saya. Dan saya hanya mampu menggerakannya perlahan. Sebenarnya saya juga tidak tega dengan pacar saya. Namun jerih payah ini sudah terbayar dengan masuknya kemaluan saya secara keseluruhan.

Saat sudah berhasil masuk, saya juga tidak berani untuk menggerakan kemaluan saya. Kami hanya saling berciuman saja, ini saya lakukan agar rasa sakit yang dialami sedikit berkurang. Lalu saya baru mulai berani menggerakan kemaluan saya keluar masuk vaginanya, walaupun masih pelan-pelan. Dapat kulihat tangannya mengcengkram bantal dengan begitu keras, diikuti dengan mengigit bibir bagian bawahnya. Setelah beberapa lama, kami mengganti posisi. Posisi berganti menjadi saya dibawah dan dia berada diatas. Dia pun saya minta untuk bergerak maju mundur. Dia hanya dapat beberapa kali melakukannya. Dan berkata kalau dia tidak dapat melakukan itu, sambil mengenyampingkan tubuhnya. Saya menunjukan rasa sayang saya dengan memeluk dan mencium keningnya. Lalu saya merapatkan kembali tubuh saya ke tubuhnya. Saya mulai memasukan kemaluan saya kedalam vaginanya. Namun kali ini sangat mudah sekali. Di tekan sedikit saja langsung bisa masuk. Dia jgua tidak lagi merasakan kesakitan. Hanya desahan halus yang keluar. Saya kembali menggerakan pinggul saya maju mundur. Saya berusaha untuk bergerak lebih cepat. Rasanya sungguh licin. Saya dapat merasakan lendir yang dikeluarkan oleh pacar saya dan keringat yang bercucuran. Saya teris melakukannya sambil menciumi bibirnya. Kali ini ciumannya terasa berbeda, dia mulai berani untuk menghisap lidah saya, yang memang sengaja saya julurkan ke mulutnya. Semantara itu tangannya juga tidak tinggal dia, dia berani mengelus punggung dan bokong saya. Terkadang saya juga menjilati putingnya. Namun dia juga lebih suka ketika saya menghisap putingnya. Sebenarnya saya juga masih belum berkonsentrasi. Pikiran saya masih terbagi-bagi. Saya masih memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak merasa kesakitan. Karena itu saya mampu bertahan cukup lama. Kalau tidak pasti saya sudah berejakulasi dari tadi.

Setelah sekian lama, secara tiba-tiba dia menyentakan pinggulnya keatas sehingga kemaluan saya tembus sedalam-dalamnya. Saya juga tidak tau apakah dia sudah mengalami organisme atau belum. Namun dia berada diposisi tersebut cukup lama. Lalu dia berkata kalau dia sudah lelah. saya mencoba untuk mengerti dirinya walaupun saya sendiri belum berejakulasi, saya memutuskan untuk mengeluarkan kemaluan saya dan tiduran di sebelahnya. Saya melihat ada cairan putih keluar dari dalam vagianya, sangat kental dan lengket tetapi tidak kesat seperti sperma.


Sepertinya dia juga menyadari kalau saya belumlah merasakan kepuasan. Lalu dia duduk di sebelah saya sambil kemudian menggenggam kemaluan saya. Dengan perlahan tapi pasti dia menggerakan tangannya naik turun. Saya merasa enak sekali dengan kocokannya. Say juga kembali mengelus payudaranya. Terkadang saya juga memainkan putingnya dengan jari saya. Kali ini pertahanan saya berhasil dijebol olehnya. Saat tangan bergerak lebih cepat, saya dapat merasakan kegelian yang nikmat di ujung kepala kemaluan saya. Lalu saya berejakulasi. Dia mengumpulkan sperma saya yang keluar di telapak tangannya. Lalu dibersihkannya dengan tisu. Lalu setelah cuci tangan dan bersih-bersih, dia datang kembali dan memeluk serta mencium saya. Lalu dia merebahkan tubuhnya diatas tubuh saya dengan kepalanya diatas dada saya. Lalu saya mulai mengelus rambutnya. Lalu kami tertidur pulas.

Bagikan

Jangan lewatkan

CERITA SEKS DEWASA - PENGALAMAN PERTAMA SEPASANG KEKASIH
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
3 Juli 2017 pukul 11.36

permisi kakak2 numpang promo ya
yang suka main poker dan domino online, mari gabung di sini bersama kami di www.saranapelangi.com. kini hadir dengan 7 permainan yang dapat dimainkan dalam 1 website. dapatkan jackpot hingga ratusan juta setiap harinya. gak mau kalah teruskan main poker dan domino online ? ayo buruan gabung bersama kami di www.saranapelangi.com

Saranapelangi.com adalah satu - satunya Website Dengan Player VS Player Tanpa Menggunakan Bot (tanpa ROBOT) 100% Fair Play!!!

Hot Promo Dari SaranaPelangi!!!
*Bonus Rollingan Sebesar 0,5%
*Bonus Refrensi Sebesar 20%

Tunggu Apalagi?!, Ayo Gabung Dan Main Bersama Kami!!!


Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di www.saranapelangi.com atau melalui android kami.

- BBM : 2B47BB9C
- CALL : +855964972098
- WEECHAT : saranapelangi
- SKYPE : saranapelangi
- EMAIL : saranapelangi99@yahoo.com
- FACEBOOK : saranapelangi99@yahoo.com

WWW.SARANAPELANGI.COM

Reply