Rabu, 30 Maret 2016

CERITA SEKS DEWASA - SUARA KENIKMATAN BU NIA DARI ASRAMA WANITA

SUARA KENIKMATAN BU NIA DARI ASRAMA WANITA






Cerita Seks Dewasa - Perkenalkan namaku Rezza, usiaku 17 tahun, aku bersekolah berbeda dengan anak seumuranku, aku sekolah di sebuah asrama yang baru saja didirikan akhir tahun kemarin (2014). Aku lumayan populer disekolah, semua ini di karenakan kontolku yang besar, malah aku terkenal dengan panggilan getol alias gede kontol. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan atas anugrah yang diberikannya ini, tentunya aku juga sangat bangga dengan pusakaku ini. Oke cukup sampai disini perkenalannya, langsung saja ke ceritanya..

Suatau hari, saat aku sudah pulang sekolah, aku langsung ingin pulang ke asrama. Asramaku letaknya bersebelahan dengan asrama untuk wanita. Aku berjalan tanpa memikirkan apapun. Saat sedang berjalan, tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seorang wanita yang aku kenal. Ternyata dia adalah penjaga pintu di asrama wanita saat malam hari.


"Aduuh, maaf yaa" ucap wanita itu.
"Iya tidak apa-apa kok" kataku menjawab.


Wanita itu pun menghiraukanku, dia melanjutkan perjalanannya dan masuk ke dalam asrama wanita. Aku ada rasa penasaran dengan asrama wanita itu, karena setiap hari aku selalu mendengarkan suara yang aneh, suara itu terdengar sangat menggairahkan. Aku tidak tau apa yang terjadi disana, Aku juga tidak mau ambil pusing walaupun suara itu cukup menggangu tidurku.


Besoknya, ketika jam istirahat di sekolah, aku pergi ke kantin untuk memenuhi perutku yang sudah kosong ini, disana aku melihat temanku, Ima. Tampaknya dia sedang bercakap-cakap dengan temannya, Yuli. Lalu aku menguping pembicaraan mereka.

"Yul, kamu tau ga, tadi malam siapa yang muasin bu Nia ?"
"Aku ga tau deh, emang siapa namanya ?"
"Ga tau juga sih. Tapi menurut kabar yang aku denger, korban selanjutnya itu ayahnya Feli"
"Masa sih ? Padahal Feli kan baik, kenapa ayahnya bejat begitu yaa ?"
"Iya.. ya. Aku juga ga ngerti sih.. Yauda balik yuk".
"Ayok"


Perbincangan mereka membuat aku tercengang. Apa yang dimaksud dengan bejat ? Muasin ?. Aku tidak mau ambil pusing itu dan aku melanjutkan perjalananku ke kantin sekolah. Nampaknya hari ini kantin sepi. Untuk mengganjal perutku yang lapar, aku membeli dua potong sosis sapi dan di tambahkan dengan mayonaise. Setelah dari kantin aku kembali ke kelas hingga pelajarkan selesai. Setelah itu aku kembali ke asrama. Diperjalanan pulang, aku kembali melihat wanita yang sempat bertabrakan denganku, saat aku melihat namanya pada name tag yang dikaitkan pada saku kemeja kiri dadanya. Barulah ku ketahui bahwa namanya Nia Setia ningrum. Ternyata yang diperbincangkan oleh Ima dan Yuli. Buk Nia..


Setelah bu Nia melihatku, dia langsung berlari dengan cukup kencang dan itu membuatku sedikit terkejut.


"Hei, kamu.. ia kamu nak" panggil bu Nia

Dia memanggilku, namun aku pura-pura tidak mendengarnya sambil melanjutkan perjalananku.


"Hei, Nak.. !"


Merasa sedikit terganggu, aku berhenti dan melihat dia. Begitu dekat denganku, bu Nia langsung menyekap mulutku dengan sapu tangannya yang berbau aneh. Aku pingsan dibuatnya.


Saat bangun, aku melihat sekeliling ruangan yang aku sendiri tidak tahu berada dimana. Saat itu aku merasa sangat dingin dan seperti ada suatu benda yang mengganjal di dadaku. Agar aku sadar, aku mengedipkan mataku berkali-kali. Setelah berhasil sepenuhnya tersadar, aku terkejut dengan kondisi badanku yang sudah bugil. Penisku tiba-tiba sudah mengeras dan sangat besar. Saat aku melihat ke arah penihku, aku menyaksikan bu Nia sedang mengocok dan mengulum penisku.

"Bu, apa yang ibu lakukan, jangan buk" mintaku.
"Sudah kamu diam aja dan nikmati" jelas bu Nia dan melanjutkan kulumannya.
"Ahh..uuuhhh... udah bu, jangan diteruskan bu, saya masih perjaka bu !" tegasku.
"Saya tidak peduli, yang penting saya senang dan menikmati sssrrrppp.. sssrrrppp..." katanya bu Nia sambil mengulum penisku.


Aku sendiri sudah pasrah, tidak tau harus berbuat apa. Aku hanya terduduk dan menyaksikan bu Nia sedang mengoral penisku.
Seperti kata Ima tadi, bu Nia sudah sangat berpengalaman. Karena nafsuku sudah melonjak, aku nekat dan memberanikan diri. Aku bangun dan langsun membalikan bu Nia, lansung saja aku menindih tubuh bu Nia. Sehingga aku ada di atas dan bu Nia ada di bawah.

Tanpa basa-basi lagi, aku langsung menusuk vagina bu Nia dengan kontolku yang besar dan panjang ini dan juga sudah sangat mengeras setelah masuk dan di emut masuk ke dalam vagina bu Nia yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan jarang. Bu Nia mengeluarkan desahan dan erangan yang keras dan juga sangat menggairahkan. Mendengar desahannya, aku sangat bernafsu, aku menjadi semakin bersemangat untuk mengenjot bu Nia.


Sambil menggerakan penisku manju-mundur, aku mendekatkan bibirku ke bibir bu Nia yang mungil dan basah karena tadi mengulum penisku. Lidahku masuk kedalam mulutnya dan beradu dengan lidahnya, suasana erotis ini sangat nikmat sekali. Bu Nia sangat senang dengan ciuman dan kuluman bibir dan lidahku, bu Nia juga tidak menolah kulumanku, di malah menerika dan menikmatinya. Lidah kami sudah menjadi satu, dan aku semakin keras memberikan tusukan demi tusukan ke dalam vagina bu Nia.


Setelah puas dengan lidahnya, turun ke bawah untuk menciumi lehernya dan aku juga menjilati bagian daun telinga hingga belakang kuping bu Nia. Jilatan yang di padukan dengan tusukanku membuat bu Nia masuk kepayang, erangannya semakin keras saja. Setelah nafas dari bu Nia cukup tenang, aku turun lagi ke daerah payudara bu Nia, aku memang menyukai bentuk payudara bu Nia yang seperti mangkok ini, warna putih serta puting yang kemerah-merahan membuatku semain bernafsu.


perlahan tapi pasti aku mulai memainkan puting susu bu Nia, setelah itu mulai ku gigit kecil putingnya, seketika bu Nia mengerang begitu hebat. Setelah puas memainkan putingnya, sekarang gantian tanganku sudah merasa gatal untuk memainkan puting bu Nia. Payudara bu Nia sangat halus, kenyal dan nikmat untuk di sentuh. Sambil ku terus menusukan penisku ke dalam vagian bu Nia, aku juga menikmati remas-remas payudaranya yang kenyal ini.


Kulihat bu Nia sudah kewalahan menghadapiku. Sepertinya sekarang bu Nia ingin gantian mengambil posisi. Aku mengerti kemauannya dan kami bertukar posisi sambil penis ku tetap menancap pada vaginanya, bu Nia sekarang sudah berada diatas tubuhku dan menukangi penisku. Bu Nia bergerak naik turun mengikuti irama permainan kami.





"aahhh... eennaakk.. Rezzaa terrrr..uuss" erang bu Nia.


Bu Nia semakin liar menunggangi penisku, aku juga semakin bernafsu. Sambil dia naik turun, aku permainan payudaranya dan ku remas-remas karena aku memang gemas. Setelah pertarungan kami yang memakan waktu 45 menit, aku mulai melihat bu Nia sudah cape dan keringat yang bercucuran melewati belahan payudaranya. Aku yang masih bersemangat, membantu bu Nia dengan menopang bokong bu Nia untuk terus naik turun di atas penisku.


"Aaaahh.. uuhhhh.. udah.. mau.. kel.. uar nih.. uuuhhh..." erang bu Nia
"Sebentar yaa bu, kita keluar bareng-bareng" kataku.
"Iyaa Rezz... aahhh... enak banget.." kata bu Nia.


Aku yang sudah sangat bernafsu tinggi, terus ku percepat gerakan naik turun bu Nia, akhirnya cairan ku keluar juga memenuhi vagina dan rahim bu Nia. Aku menembakkan cairan sperma sebanyak 5x.


"crrooottt...crrooottt...ccrrrooott"
"Ahhh.. Akhirnya keluar juga, nikmat sekali bu.." kataku kepada bu Nia.

Setelah itu aku menggeser bu Nia untuk tiduran disamping tubuhku. Lalu dia menarik selimut dan tertidur dengan cepatnya, mungkin karena dia merasa lelah. Setelah membersihkan cairan sperma yang tercecer aku ikut tertidur.


Aku terbangun di pagi hari dan ternyata sudah jam 6 pagi. Aku mencari bajuku dan memakainya, lalu pergi dari kamar itu. Setelah sudah sampai di luar, aku sadar apa yang sudah aku lakukan bersama bu Nia. Dan kini, aku sudah mengetahui suara aneh yang setiap malam ku dengar dari asrama wantia, ternyata itu adalah suara erangan bu Nia.

Bagikan

Jangan lewatkan

CERITA SEKS DEWASA - SUARA KENIKMATAN BU NIA DARI ASRAMA WANITA
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.