Minggu, 17 April 2016

AKHIRNYA AKU MENIKMATI PEMERKOSAAN ATAS PAK YANTO

AKHIRNYA AKU MENIKMATI PEMERKOSAAN ATAS PAK YANTO




Perkenalkan namaku Desi. Profesiku adalah sebagai pembantu rumah tangga, dan sudah bekerja di keluarga pak Heri selama 2 tahun, dia adalah kepala desa dan penduduk desa banyak yang menghormatinya. Sekian lama aku mengikuti pak Heri dan aku sudah merasakan pahit dan manisnya menjadi pembantu, termasuk dengan kisahku yang diperkosa. Hingga saat ini aku tidak dapat melupakan kenangan itu dan selalu terbayang saat aku ingin tidur. Aku akan ceritakan kepada kalian teman pembaca Cerita Seks Dewasa.

Semua ini diawali ketika aku berada di kamarku dan aku mengenakan daster dengan bahan tipis karena malam itu sangat panas sekali sehingga aku harus menyalakan kipas sehingga aku dapat tidur nyenyak. Saat aku tidur, aku bermimpi pak Yanto, dia adalah supir pribadi pak Heri. Mimpi ku ini termasuk lucu, karena pak Yanto datang dengan kondisi telanjang bulat. Walaupun pak Yanto sudah lanjut usia, namun badannya masih oke. Dia berotot, bertenaga, dan masih kekar.

Seperti orang di kampung yang mayoritas adalah pekerja keras. Tapi yang membuatku tertarik adalah terongnya yang menggantung di antara kedua pahanya. Dalam mimpiku pak Yanto datang dan langsung meremas-remas payudaraku yang sudah menggantung bebas. Anehnya, apa yang dilakukan oleh pak Yanto terasa begitu nyata, seperti aku sedang tidak bermimpi. Saat pak Yanto mulai menciumi telingaku dengan mulutnya yang besar, itu terasa begitu nyata dan membuatku mengelijang sejadi-jadinya. Tetapi saat aku terbangun dari tidurku, barulah aku sadar apa yang baru saja terjadi. Ternyata apa yang aku rasakan tadi bukan sekedar mimpi. Dihadapanku ternyata benar-benar ada sosok Pak Yanto yang memeluk tubuhku.

”Pak Yanto…! Apa yang Bapak lakukan…?” Aku mendorong tubuh Pak Yanto kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang. 

Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga nyaris telanjang dengan selimut.

”Tenang, Des! Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu…!” Kembali Pak Yanto mencoba merengkuh tubuhku. Namun kembali aku mendorong tubuhnya kuat-kuat ke belakang.

”Pergi…!” bentakku.

”Atau saya akan teriak!”

"Silahkan teriak! Percuma saja kamu teriak." kata pak Yanto.

"Karena tidak akan ada orang yang mendengarmu. Apa kamu lupa, Pak Heri dan keluarga tadi sore sudah berangkat ke Bandung untuk liburan! Jadi lebih baik kamu turuti saja keinginanku!" Pak Yanto tersenyum sinis.

Aku semakin ketakutan ketika Pak Yanto kembali mendekatiku. Segera saja aku melompat dari ranjang dan mencoba berlari ke arah pintu dengan kondisi telanjang. Namun sial! Aku kalah cepat dengan Pak Yanto. Dengan cepat, ia menyergapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. Kedua tangannya mencengkeram kuat lenganku ke atas tembok, sedangkan kedua kakinya mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak. Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga. Namun percuma, tenaga Pak Yanto memang jauh lebih kuat dibandingkan tenagaku yang hanya seorang wanita.

Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman Pak Yanto di Tubuhku.

”Tolong, Pak! Lepaskan saya!” aku menangis dan mengemis kepada Pak Yanto. 

Namun percuma saja. Beliau tidak mendengarkan perkataanku. Bahkan dengan liar Pak Yanto menghunjamiku dengan ciuaman mautnya. Lama kelamaan tanagaku terkuras habis. Tubuhku menjadi lemas. Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan menuruti aturan mainnya Pak Yanto. Perlahan-lahan cengkeraman Pak Yanto mulai mengendor.

Perlakuannya yang semula kasar mulai melunak dan berubah menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainannya ketika dengan lembut Pak Yanto mulai menggesek-gesekkan batang kejantanannya ke atas pahaku. Seketika itu kakiku terasa lemas dan lunglai. Aku tak kuat lagi menopang berat badanku sendiri, sehingga aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, Pak Yanto segera menangkap tubuhku, mengangkatnya lalu membopongku ke atas ranjang.Sesaat terlintas di wajah Pak Yanto sebuah senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut ia mulai melumat bibirku. Entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolaknya. Bahkan ada dorongan kuat dari dalam diriku untuk membalas lumatannya itu.

“Nah…, begitu dong Des! Kalau begini kan lebih enak!” kata Pak Yanto senang.Aku tersenyum tersipu-sipu.”Bapak benar, mungkin lebih baik saya menuruti bapak dari pertama tadi. Lagipula, sudah lama juga saya tidak mendapatkan sentuhan laki-laki”Kembali Pak Yanto tersenyum senang.”Trus, ngapain kamu tadi pake coba berontak, Des?



”"Tadi saya cuma kaget saja. Di balik penampilan bapak yang bersahaja, kok tega-teganya bapak mencoba memperkosa saya. Tapi…, ah sudahlah! Yang pentingkan sekarang saya sudah menjadi milik Bapak!”Kembali Pak Yanto mulai mencumbuku. Ciumannya mulai merambat melalui leherku kemudian turun ke buah dadaku.

Kumis tebalnya yang kasar menyapu kulit dadaku sehingga menimbulkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa.Ciuman dan jilatan Pak Yanto terus bergerak turun. Sementara tangan kirinya meremas-remas buah dadaku, tangan kanannya tengah sibuk di pangkal pahaku membuat pilinan-pilinan yang kurasa nikmat.

”Oh…, Pak Yanto! Jangan siksa aku seperti ini!” rengekku.

Pak Yanto tidak memperdulikan ucapanku. Justru ia malah menyibakkan rumput-rumput liar yang menghalangi pintu goa darbaku.

”Wah…, Des! Indah sekali memiaw kamu. Warnanya merah muda dengan baunya yang semerbak. Oh…, sungguh mempesona. Bagaikan sekuntum mawar merah yang tengah merekah di pagi hari. Pasti kamu merawatnya dengan baik. Oh…, Des! Aku suka sekali dengan memiaw yang seperti ini…!

”Perlahan-lahan Pak Yanto menjulurkan lidahnya dan menyapu permukaan klitorisku. Terasa kasar, memang. Tapi nikmat

!”Ayolah, Pak…! Ouhh…, aku sudah tidak tahan lagi. Aku terus mengemis kepada Pak Yanto.

Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhirnya aku mencari inisiatif lain.Aku mencoba menggerayangi tubuh kekar Pak Yanto sambil mencari-cari buah terong yang menggantung di pangkal pahanya.Dan tidak susah bagiku untuk menemukan buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja, aku mulai mengocok batang peler Pak Yanto di sertai dengan pijatan-pijatan yang membuat beliau merem melek.



Perlahan aku membimbing pelernya menuju ke memek ku yang sudah basah. Namun dengan nakal, Pak Yanto hanya menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala pelernya di atas bibir vaginaku. Terasa geli, memeng. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini.

”Oh…, Pak Yanto! Ayolah….aku udah nggak tahan lagi…, cepet masukin dong!” Aku sudah tak bisa tahan diperlakukan seperti itu.' '

Perlahan aku menaikkan pantatku ke atas untuk menyambut kejantanan Pak Yanto yang sudah ngaceng. Kemudian aku menekan pantat Pak Yanto ke bawah supaya peler itu bisa masuk dengan sempurna.

”Aaarrrghhh…!” aku menjerit kecil ketika batang peler telah masuk.

Pak Yanto yang besar itu menembus liang vaginaku. Awalnya terasa seret dan perih, karena ukuran peler Pak Yanto memang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suamiku. Namun setelah buah terong itu tertanam beberapa saat di dalam liang vaginaku, rasa perih itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat.Perlahan-lahan Pak Yanto mulai mengayunkan pantatnya naik dan turun.

”Hooohh.., Pak! Ssstt…, enak Pak!” aku jadi ngomong tak karuan.

”A…yo, Des!Goyangkan ju…ga pan..tatmu! Ooohhh…!”Aku menuruti kata Pak Yanto.

Kucoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilakukan Pak Yanto. Gesekan-gesekan halus antara batang peler.

Pak Yanto dengan dinding vaginaku terasa begitu nikmat.
”Ohhh…, Des! Ya…begitu…! Te…rus…goyangkan pantatmu! Uuuhh…, oohh…, yes…!

”Pak Yanto tampak begitu menikmati permainan kami.

Kulihat wajahnya menengadah dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari vaginaku. Sesekali dari bibirnya terdengar lenguhan dan desisan kenikmatan.Akupun juga menikmati sodokan-sodokan mantap batang peler Pak Yanto. Bahkan aku memeluk tubuh kekar Pak Yanto dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu. Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh kami, sehingga dada bidang Pak Yanto yang berbulu lembut tampak mengkilat karena basah oleh keringat.

Aku tidak menyangka, ternyata di usianya yang mencapai setengah abad itu, Pak Yanto masih memiliki stamina yang prima. Sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan mautnya. Hingga akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku.

”Ooohh…, Pak! Saya…, mau ke..luar…!Ssshhhtt…, Arrhhhggg…!”

Aku tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku. Namun Pak Yanto masih terus mengayunkan pelernya keluar masuk dan menusuk-nusuk dinding rahimku.

Dan beberapa saat kemudian, aku juga merasakan batang peler Pak Yanto mulai berdenyut-denyut didalam vaginaku. Sampai akhirnya….



”Aaaoouuhhh…, Des! Nikmat bangeet!”Cairan putih kental menyembur deras dari ujung tongkol Pak Yanto.

Pak Yanto pun kemudian menjatuhkan diri ke sisi tubuhku. Nafasnya tampak terengah-engah dan terlihat kecapean.”Oh…,

Pak Yanto! Bapak memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak merasakan nikmat seperti ini.

"Terima kasih ya Pak!” Aku memeluk tubuh Kekar Pak Yanto.Kusandarkan kepalaku di dada bidang Pak Yanto sambil mengelus-elus bulu-bulu lembut yang berbaris rapi sampai ke pangkal pahanya. Dengan lembut pula Pak Yanto membelai rambutku yang sedikit oleh keringat. Ah…, ternyata diperkosa itu tidak selamanya tidak enak. Kali ini justru aku mengharapkannya lagi….

Bagikan

Jangan lewatkan

AKHIRNYA AKU MENIKMATI PEMERKOSAAN ATAS PAK YANTO
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
13 Juli 2017 pukul 11.00

permisi kakak2 numpang promo ya
yang suka main poker dan domino online, mari gabung di sini bersama kami di www.saranapelangi.com. kini hadir dengan 7 permainan yang dapat dimainkan dalam 1 website. dapatkan jackpot hingga ratusan juta setiap harinya. gak mau kalah teruskan main poker dan domino online ? ayo buruan gabung bersama kami di www.saranapelangi.com

Saranapelangi.com adalah satu - satunya Website Dengan Player VS Player Tanpa Menggunakan Bot (tanpa ROBOT) 100% Fair Play!!!

Hot Promo Dari SaranaPelangi!!!
*Bonus Rollingan Sebesar 0,5%
*Bonus Refrensi Sebesar 20%

Tunggu Apalagi?!, Ayo Gabung Dan Main Bersama Kami!!!


Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di www.saranapelangi.com atau melalui android kami.

- BBM : 2B47BB9C
- CALL : +855964972098
- WEECHAT : saranapelangi
- SKYPE : saranapelangi
- EMAIL : saranapelangi99@yahoo.com
- FACEBOOK : saranapelangi99@yahoo.com

WWW.SARANAPELANGI.COM

Reply