Senin, 11 Juli 2016

CERITA SEKS DEWASA - DIENTOT OM GANTENG

DIENTOT OM GANTENG

Cerita Seks Dewasa - Langsung aja ke ceritanya, suatu sore ketika aku sedang santai aku tiba-tiba aku di telpon oleh seorang laki-laki yang aku gak kenal. Tetapi dari caranya berbicara, sepertinya dia sudah mengenal baik diriku. Tapi sedikit menutupinya. Dan aku cuek saja, aku juga menanggapi telponnya dengan baik. Karena aku merasa dia adalah orang yang mapan dan kaya, terlebih dia juga mengajaku untuk bertemu di sebuah restoran elit yang ada di Jakarta Selatan.

Cerita Seks Dewasa

Namaku Friska, umurku 22 tahun, postur badanku juga bagus, aku lumayan tinggi, memiliki ukuran payudara 32 D, pinggul yang lumayan besar, dan lekukan tubuhku bisa membuat setiap pria bisa menggangap ku ini seksi banget. Saat ini aku bekerja sebagai SPG pada sebuah produk terkenal. Tapi aku masih mempunyai pekerjaan sampingan lainnya, yaitu sebagai mucikari yang menjajalkan tubuhku kepada om-om berdompet tebal. Semua itu aku lakukan supaya gaya hidup aku terpenuhi. Aku mulai menekuni pekerjaan sampingan ini beberapa tahun yang lalu, saat itu aku sedang benar-benar membutuhkan uang dan temanku mengajarkannya kepadaku. Hingga saat ini aku tidak merasa terganggu dan bersalah dengan pekerjaan sampinganku ini.

Lelaki yang menelponku tadi membuat janji denganku untuk bertemu di restoran terkenal yang tidak bisa aku sebutkan namanya, dan aku pun menyetujuinya. Aku sengaja berpenampilan seksi sehingga setiap pria akan mengagumi tubuhku. Aku mengenakan mini dress yang ukurannya 5cm diatas lutut, dan belahan dadaku yang menonjol sehingga pria yang melihatku pasti akan bergairah. Akhirnya kita pun ketemu di restoran yang ditentukan, aku melihat sosok laki-laki yang belum tua banget sekitar 40 tahunan, dengan pakaian yang sangat rapi, wajahnya juga sangat ganteng dan keren abis, membuatku pun seketika senang melihatnya.

Baca Juga : Lia Ngisep Penisku Sampai Muncrat !

Akhirnya kita duduk berdua, ngobrol kesana kemari. Namun diobrolan kita om-om itu selalu memandangi bagian dadaku yang terbuka, aku sudah mengetahui kalau om itu sudah terpikat denganku. aku pun melanjutkan obrolan kita dengan nada yang lebih mesra dan tentunya lebih intim. Hingga akhirnya om itu mengajakku pergi ke tempat penjualan HP mewah. Disana sambil terus memuji kecantikanku, om ganteng itu membelikanku sebuah Handphone yang baru saja keluar.

"Makasih ya om, udah mau beliin aku handphone baru, baik banget sih om". Dia cuma tersenyum lalu mengajak aku makan lagi, tetapi bukan makanan di restoran terkenal tadi. Sambil makan dia terus mengajakku bercanda, orangnya asik dan menyenangkan. "Kamu besok kerja atau tidak Friska ?" tanyanya. "Besok Aku tidak kerja om. Emangnya kenapa ?" tanyaku. "Aku mau ngajak kamu jalan, kalo besok kamu off kan gak usah cepat-cepat pulang". "Emang kita mau kemana om ?" aku pura-pura bertanya, walaupun sebenarnya aku sudah mengetahui keinginannya. Pastinya akan ngajakin aku ngewe bareng, apa lagi kalau bukan itu.

"Wow.., mobilnya keren banget Om. Sama kaya orangnya." kata ku setelah kami sampai di parkiran mobilnya. Aku duduk di depan, disebelahnya. Kami langsung beranjak meninggalkan restoran itu. Selama di jalan, dia mulai berani memegang dan meraba paha ku. Ternyata dia membawaku ke apartemennya. Tak lama kami sudah sampai di apartemen.

Kita turun ke parkiran basement apartment dia untuk memarkir mobilnya. Setelah itu kita beranjak ke lift terdekat. Dia langsung menekan tombol lantai apartmentnya dan lift meluncur ke atas. Apartmentnya ada satu ruang yang multi fungsi, kamar mandi menghadap ke dapur. Dia merebahkan diri di ranjang. Sementara aku pergi ke kamar mandi. Ketika muncul kembali, aku hanya berbalut handuk kemudian ikut rebahan diranjang bersamanya. Dia melingkarkan tangannya pada pundak ku dan mengelus-elus nya.

Tak lama dia mulai menciumi bibir ku sambil meraba-raba toket ku. Dia membuka belitan handuk sehingga aku langsung bertelanjang bulat. Dia melotot melihat jembutku yang lebat. Langsung diciumi dan dijilati toket ku dengan rakus. Dihisap hisapnya pentil ku. Jarinya meraba bibir vagina ku yang dipenuhi dengan jembut yang lebat. Akupun melenguh nikmat ketika jarinya menemukan itilku. Sementara itu, toket ku masih terus dijilati dan diemut pentilnya.

Cerita Seks Dewasa

Aku yang sudah sangat bernafsu kemudian berbalik menindih tubuhnya. Dengan cepat aku melucuti kancing kemejanya. Kuhisap pentilnya, sementara tanganku melucuti celananya. "Friska buka dulu ya om" kataku sambil bangkit duduk dan membuka seluruh pakaiannya. Dia tinggal bercelana dalam, dan tampak penisnya mencuat keluar tak mampu tertampung didalam celana dalam. "Penis om besar banget, panjang dan keras lagi" kataku sambil mengelus-elus penisnya dari balik celana dalam. Akupun kemudian membuka celana dalamnya, dan penisnya yang sudah ngaceng keras tampak berdiri tegak dihadapannya.

"Gila.. Besar banget.. Bikin Friska nafsu.." kataku sambil menundukkan kepala mulai menjilati dan kemudian mengulum penisnya. Dia mengelus- elus rambutku yang panjang. Kadang tangannya berpindah ke toketku yang sekal dan mempermainkan pentilnya. "Friska.. Enak banget Friska.." desahnya, aku terus menjilati penisnya. "Ih.. om, panjang banget…" "Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?" "Belum om.. Punya cowok Friska nggak sebesar ini". jawabku. "Arrrggghh.. Enak banget Friska". erangnya lagi. Kujilatinya lubang kencingnya dan kemudian kukulum penisnya dengan bernafsu.

Sementara itu batang penisnya kukocok sambil sesekali kuremas perlahan kantung biji pelernya. Dia keenakan ketika aku mulai mengeluar masukkan dan menghisap penisnya dengan mulutku. Dia mengusap-usap rambutku dengan gemas. Ruangan segera dipenuhi oleh erangannya. Saat aku menghisap penisnya, kepalaku maju mundur, toketku pun bergoyang. Dengan gemas diremasnya toketku. "Friska.., jepit penis om dengan toketmu" pintanya. Aku langsung meletakkan penisnya di belahan toketku, dan kemudian dia mengenjot penisnya diantara toketku.

Foto Bugil

"Enak banget sshh.." Dia seperti tak kuasa menahan rasa nikmat itu. Setelah beberapa lama, dia menyodorkan kembali penisnya ke mulutku. Aku menyambutnya dengan penuh nafsu. Setelah beberapa lama, aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan penisnya ke vaginaku. Aku menurunkan tubuhku dan penisnya mulai menerobos vaginaku yang sempit. "Ooh.. besar banget nih Penisnya om.. Ahh.." desahku ketika penisnya telah berhasil memasuki vaginaku. "Tapi enak khan..?" tanyanya menggoda "Iya sih..Aduh.. Oh.. Sstt.. Hah.. Hah.." erangku lagi ketika dia mulai menggenjot vaginaku dari bawah.

Dia memegang pinggangku sambil terus mengenjot vaginaku. Sementara aku menyodorkan toketku ke mulutnya. Dia segera menjilati toket ku. "om.. Gimana om.. Enak khan ngentotin Friska ?" tanyaku menggoda. Aku masih meliuk-liukan tubuhku. Dia pun terus mengenjot vaginaku dari bawah, sambil sesekali tangannya meremas toketku yang berayun-ayun menggemaskan. Setelah bosan dengan posisi itu, dia membalikkan tubuhku sehingga dia berada diatas. Segera dia menggenjot penisnya keluar masuk vaginaku sambil menciumi wajahku.

"Ehmm.. Sstt.. om.. Enak.. Ohh. penis om keras banget ya, vagina Friska sampe sesek rasanya om, gesekan penis om terasa banget di vagina Friska. Mau deh Friska dientot om tiap malam" Aku melenguh keenakkan. "Ayo isap pentil Friska om" perintahku. Diapun kemudian menghisap pentilku sambil terus menggenjot vaginaku. Tak lama tubuhku mengejang, dan aku mengerang dan menggelinjang ketika nyampe. Terasa vaginaku berkedut-kedut.

"Friska, enak banget, penisku seperti sedang diemut, nikmat banget rasanya, luar biasa empotan vagina kamu". Dia mengeluarkan senjata pamungkasnya dari vaginaku dan aku kusuruh menungging membelakanginya. Dengan gaya doggy style dia mengentoti ku dari belakang. "Aduh.. om.. kuat banget.. Ohh.." erang ku ketika dia mengenjot vaginaku. "Astaga.. vaginamu enak banget Friska.." katanya. Dia memegang pinggul ku, terkadang meremas pantatku yang membulat.

Aku pun menjerit nikmat. Toketkupun tampak bergoyang-goyang menggemaskan. Bosan dengan posisi ini, dia kemudian duduk di kursi. Aku lalu duduk membelakanginya dan mengarahkan penisnya ke dalam vaginaku. Dia menyibakkan rambutku yang panjang dan menciumi leher ku. Sementara itu aku bergerak naik turun. Tangannya sibuk meremas toketku. "Ahh.. Ahh.. Ahh.." erangku seirama dengan goyangan badanku diatas tubuhnya.

Terkadang erangan itu terhenti saat disodorkannya jemarinya untuk kuhisap. Beberapa saat kemudian, dihentikannya goyangan badannya dan dicondongkannya tubuhku agak ke belakang, sehingga dapat menghisap toketku. Dengan gemas dilahapnya bukit kembarku dan sesekali pentilku dijilatinya. Eranganku semakin keras terdengar, membuat dia menjadi kembali bernapsu. Setelah dia selesai menikmati toket ranumku, kembali aku mengenjot tubuhku naik turun dengan liar.

Binal banget kelihatannya. Cukup lama dia menikmati perngentotan dengan aku di atas kursi. Lalu dia berdiri, dan kembali berciuman dengan aku sambil dengan gemas meremas dan menghisap toketku. Dia ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu aku direbahkan di atas ranjang. Dia kemudian mengarahkan penisnya kembali ke dalam vaginaku. "Aaaahh.." erangku kembali ketika penisnya kembali menyesaki vaginaku.

Langsung dia mengenjot dengan ganas. Erangan nikmat mereka berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Aku menggelengkan kepala ke kanan kekiri menahan nikmat. Tanganku meremas-remas sprei ranjang. "Om.. Friska hampir sampai nih.. Terus.. Ahh.. Ahh" jeritku sambil tubuhku mengejang dalam dekapannya. Aku telah nyampe. Dia menghentikan enjotannya sebentar, dan aku pun kemudian lunglai di atas ranjang.

Butir keringat mengalir diwajahku. Toketku naik turun seirama dengan helaan nafasku. Dia kembali menggemasi toketku dengan bernafsu. Dia mulai lagi mengenjot vaginaku sambil sesekali meremas toketku yang bergoyang seirama enjotannya. Dia terus mengenjotkan penisnya keluar masuk vaginaku sampai akhirnya ngecretlah pejunya di dalam vaginaku. Aku terkapar karena kenikmatan dan lemas. Beberapa saat kemudian dia mulai menciumiku sambil mengusap-usap pahaku, dan kemudian mengilik vaginaku dengan jemarinya. "Ehmmmm.." erangku saat itil diusap-usap dengan gemas. Eranganku terhenti karena dia menciumku dengan penuh napsu. Tangannya meremas-remas toketku yang besar menantang. 
"om kuat banget sih , baru ngecret sudah mau ngentot lagi" ucapku lirih. "Iya habis pengen diempot vagina kamu lagi, nikmat banget rasanya" bisiknya. Desahanku kembali terdengar ketika lidahnya mulai menari di atas pentilku yang sudah menonjol keras. Dihisapnya dengan gemas gunung kembarku hingga membuat tubuhku menggelinjang nikmat. "Gantian dong Friska" bisiknya setelah puas menikmati toketku yang ranum. Kami pun kembali berciuman sementara aku meremas Penisnya yang mulai membengkak. Aku pun kemudian mendekatkan wajahku ke penisnya, dan mulai mengulum penisnya.

Sambil menghisap penisnya, aku mengocok perlahan batangnya. Dia mengelus-elus kepalaku ketika aku sedang mengemut penisnya. Dia sudah ingin ngentot lagi dengan aku. Aku disuruh duduk membelakanginya di pangkuannya. Dia mengarahkan Penisnya kedalam vaginaku. "Aaaaahhhhh.." desahku ketika penisnya kembali menyesaki vaginaku. Aku kemudian menaik-turunkan tubuhku di atas pangkuannya. Dia pun tak tinggal diam, aku diciuminya ketika aku sedang mengenjot penisnya dalam jepitan vaginaku.

Cerita Seks Indonesia

Sambil menciumi aku, tangannya memainkan itilku. "Aaahhh.. Terus om.. Friska mau muncrat om.." desahku. Semakin cepat dia mengusap itilku, sedangkan tubuhku pun semakin cepat menggenjot penisnya. "Aaaaahhhhh.." erangku nikmat saat aku nyampe. Tubuhku mengejang dan kemudian terkulai lemas diatas pangkuannya. Kembali terasa vaginaku berkedut-kedut dengan keras. Setelah reda kedutan vaginaku, penisnya dicabut dari vaginaku, masih ngaceng keras dan berlumuran cairan vaginaku.

Aku ditelentangkan dan segera dia menaiki tubuhku. Pahaku sudah mengangkang lebar. Dia tidak langsung memasukkan penisnya kedalam vaginaku, tetapi digesek-gesekkan dahulu di sekitar bibir vaginaku hingga menyentuh itilku. “om.. Aduuhh.. Aduuhh om! Sshh.. Mmppffhh.. Ayo om.. Masukin aja.. Nggak tahann.." aku menjerit-jerit tanpa malu ”Udah nggak tahan ya.. Friska, cepat banget sudah napsu lagi.." jawabnya. Tiba-tiba dia langsung menekan sekuat tenaga.

Aku sama sekali tak menyangka akan hal itu, sehingga penisnya langsung melesak ke dalam vaginaku. Penisnya kembali menyesaki vaginaku yang sempit itu. Dia mulai mengenjotkan penisnya naik turun dengan teratur sehingga menggesek seluruh lubang vaginaku. Aku turut mengimbanginya, pinggulku berputar penuh irama. Bergerak patah- patah, kemudian berputar lagi. Efeknya luar biasa, kedutan vaginaku kembali terasa. Friska, nikmat banget deh empotan vagina kamu, katanya terengah.

Aku semakin bergairah, pinggulku terus bergoyang tanpa henti sambil mengedut-ngedutkan otot vaginaku. "Akkhh.. Friska.. Eennaakkhh.., hebaathh.. Uugghh.. erangnya berulang-ulang. Dia semakin kuat meremas-remas dan memilin-milin pentilku dan bibirnya terus menyapu seluruh wajahku hingga ke leher, sambil semakin mempercepat irama enjotannya. Aku berusaha mengimbangi keluar masuknya penisnya didalam vaginaku dengan goyangan pantatku. Sepertinya dia berusaha keras untuk bertahan, agar tidak ngecret sebelum aku nyampe lagi.

Penisnya terus keluar-masuk vaginaku semakin cepat lagi. Vaginaku terasa makin berkedut, kedua ujung pentilku semakin keras, mencuat berdiri tegak. Langsung pentilku disedot sangat kuat kemudian dijilati dengan penuh nafsu. "Om..! Lebih cepat lagi doonng..!" teriakku sambil menekan pantatnya sangat kuat agar penisnya lebih masuk ke vaginaku. Beberapa detik kemudian tubuhku bergetar hebat, diiringi dengan cairan hangat menyembur dari vaginaku. Bersamaan dengan itu, tubuhnya pun bergetar keras yang diiringi semprotan pejunya ke dalam vaginaku. Aku pun mengerang tertahan. Dia langsung memeluk tubuhku erat-erat, dengan penuh perasaan.

Aku juga memeluknya dengan erat sambil merasakan sisa-sisa kenikmatan yang luar biasa. Kulingkarkan kakiku di sekitar pinggangnya, sementara bibirnya terus menghujani sekujur wajah dan leherku dengan ciuman. Aku masih bisa merasakan kedutan vaginaku. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan diri dengan di kamar mandi. Aku belum pernah merasakan sedemikian nikmatnya dientot lelaki.
Baca selengkapnya

Minggu, 08 Mei 2016

CERITA SEKS DEWASA - PENGALAMAN PERTAMA SEPASANG KEKASIH

Pengalaman Pertama Sepasang Kekasih


Peristiwa ini dimulai ketika saya mengajak kekasih saya untuk bermain di rumah saya. Seperti halnya orang pacaran, kami hanya melakukan ciuman-ciuman ringan di pipi dan bibir saja. Namun, entah sejak kapan tangan kami berdua mulai berani memegang dan meraba bagian-bagian intim, walaupun sebenarnya kita tahu kalau ini tidak pantas dilakukan oleh dua insan yang masih dalam tahap pacaran.



Saat tangan saya mulai menyentuh dan menggengam payudaranya yang masih di bungkus dengan seragam sekolah, pacarku sama sekali tidak mencegahku untuk melakukan itu. Karena berfikir dia memberikanku peluang, maka aku lebih berani untuk meremas payudaranya lebih keras. Tanpa ku sadari ternyata dia juga menikmatinya. Saya jadi semakin lebih berani lagi. Tangan saya mulai turun ke area selangkangannya dan saya mulai mengelus bibir vaginanya. Namun dia membiarkan saya dan tidak merespon apapun. Saat itu pacarku hanya menggunakna celana legging, jadi bisa kebayangkan seperti apa seksinya pacarku ini. Lagi enak-enak memainkan jari di selangkangannya, tanpa aku sadari, tangan dia juga mulai menyentuh area selangkanganku. 

Mungkin karena saya grogi, maklum baru pertama kali juga. Jadi saya tidak memperhatikan tangannya. Bagi kalian yang membaca mungkin kalian berpikir kalau saya adalah orang bejat. Tapi karena kepasrahannya yang membuat saya semakin menjadi-jadi. Saya mulai memasukan tangan saya kedalam pakaiannya. Saya dapat merasakan betapa halus kulit pacar saya ini, lantas tangan saya mulai meremas kembali payudaranya. Saya meremas payudaranya sambil menciumi lehernya. Suara desahannya mulai mengisi keheningan di ruang kamar tidurku, tanganku semakin liar, kali ini aku mulai berani memasukan tanganku kedalam celananya. Namun saya ada sedikit rasa takut ketika ingin meraba kemaluannya. Saya coba untuk mengumpulkan keberanian saya. Saya mengawali dengan menekan bibir vagina pacar saya menggunakan jari tengah saya. Pada saat itulah dia tersentak kaget dan menahan tangan saya. Mata dia menatap saya dengan sangat tajam.

"Jangan dimasukkan ya Mas" katanya.

Saya hanya tersenyum dan mengiyakan pertanyaannya, lalu dia mulai menciumi bibir saya. Jari saya mulai bergerak kembali dan memainkan bibir vaginanya. Mulai dari dinding vagina hingga ke bibir vaginanya mulai basah oleh lendirnya. Saya mulai berani untuk meminta pacar saya agar dia mau memegang kemaluan saya yang mulai menegang. Ternyata dia juga tidak menolak. Dapat dilihat dari mimik wajahnya, kalau dia gugup saat akan membuka retsleting celana saya. Dia juga terlihat malu untuk menatap wajah saya ketika dia sudah menggengam kemaluan saya. Supaya dia tidak terlalu gugup, maka saya mencium bibirnya. Sudah lebih dari setengah jam kami hanya melakukan oral seks yang ringan. Lalu saya mulai berani untuk mengajaknya bugil bersama. Ada rasa ragu dari dirinya, mungkin dia takut aku kecewa apabila dia tidak ingin melakukannya.


"Kamu serius mau tanggung jawab yang ?" tanyanya lagi.

Saya hanya terdiam sejenak dan saya mengangguk tanda menyanggupinya. Sebenarnya dalam hati ini saya juga masih ragu. Apakah saya berani mempertanggung jawabkan ini semua ? Pacarku mulai menanyakan aku kembali. Dan tanpa pikir panjang aku juga mengiyakan lagi. Dia mulai melepaskan kancing bajunya satu persatu. Dan dia juga menolak untuk dibantu olehku.

"Biar Saya sendiri saja.., Kamu lepas bajumu" katanya.

Saya hanya diam dan membiarkannya, lalu saya membuka seluruh pakaian saya sehingga kita berdua telanjang bulat. Meskipun dia masih terlihat malu dengan menutupi payudara dengan tangannya dan kedua kakinya yang disilangkan. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang saya munggengam tangannya dan mulai menurunkannya. Lalu saya langsung meremas payudaranya yang kenyal dengan halus, dan dia hanya diam saja. Entah kenapa dia langsung berani untuk mengelus kemaluan saya tanpa saya minta terlebih dahulu. Mungkin karena terlalu terangsang dia juga mulai menuntun tangan saya untuk menyentuh bagian kemaluannya. Supaya dia juga tidak malu, maka saya menciumi bibirnya. Dia juga menikmati permaian yang saya berikan, dia menuntun jari saya agar menekan vaginanya lebih dalam. Saya dapat merasakan vaginanya mulai dibasahi oleh lendirnya. Kemudian dia mulai merebahkan dirinya. Saya mengikutinya dengan merebahkan tubuh saya diatas dirinya. Kami semakin liar dalam bercumbu. Saat saya mencubit dan memainkan klitorisnya, dia semakain mendesah dengan keras, lebih keras dari yang tadi. Saya yang sudah sangat terangsang tidak dapat menahan diri lagi, dan saya meminta dirinya untuk ke tahap selanjutnya. Dia hanya mengangguk tanpa setuju.

Setelah itu dengan cepat saya mencoba untuk menancapkan kemaluan saya kedalam vaginanya. Tetapi sangat amat sulit sekali. Hampir saya menyerah untuk membobol vagina kekasih saya. Dan saya juga mulai merasakan sakit. Dia juga nampak meraskan sakit, dengan perkataannya yang kecil dia berbisik "Aduh.., aduh" Saya juga menjadi tidak tega. Akhirnya saya memilih untuk berhenti sesaat dan mulai mengelus bibir vaginanya. Dan bertanya kepadanya.

"Masih sakit?" tanya saya.

"Udah nggak begitu sakit" jawabnya.

Saya mencobanya kembali, kali ini saya meminta pacar saya untuk membuka vaginanya lebih lebar. Tapi kenapa masih sulit sekali untuk ditembus. Padahal teman-teman saya yang sering berhubungan seks, jika vagina sudah basah, maka akan lebih mudah untuk ditembus. Tetapi saat ini bukannya berhasil menembus vagina pacar saya, malah kemluan saya yang sakit. Saya menjadi putus asa, dan kemaluan saya sudah tidak tegang kembali, mungkin karena saya kurang fokus.

Lalu saya teringat pada majalah dewasa yang pernah saya baca, bahwa ada jenis selaput dara yang lebih tebal sehingg sulit ditembus daripada selaput dara yang normal. Saya mulai percaya diri kembali. Saya mengusulkan kepada pacar saya agar menggunakan jari saja terlebih dahulu. Dengan begitu lubang vagina pacar saya akan agak lebih lebar. Dia sih setuju saja. Sebenarnya saya sendiri sadar kalau selaput daranay akan sobek oleh jari saya sendiri, bukan oleh kemaluan saya. Tetapi itu adalah satu-satunya cara. Daripada kami berdua menjadi kesakitan. Awalnya saya hanya menggunakan jari kelingking saja. Dia hanya mampu mendesah sambil mengigit bibir bawahnya. Lalu saya ganti dengan jari tengah untuk merangsangnya. Pacar saya hanya mampu mendesah saja. Lalu saya masukan jari tengah dan jari telunjuk masuk ke dalam vaginanya. Dia menjerit dan mengerang sambil tangannya menahan tangan saya agar tidak masuk lebih dalam lagi. Setelah dia melepaskan tangannya, saya menjadi lebih leluasa untuk memainkan tangan saya didalam vaginanya.

Setelah saya kira sudah cukup, saya mencoba kembali memasukan kemaluan saya kedalam vaginanya. Saya membuka bibir vaginanya, sementara dia memandu kemaluan saya. Kini menjadi lebih gampang memasukannya. Namun tetap saja dia merintih kesakitan. Saya juga masih merasakan sakit. Kemaluan saya seperti ditekan sangat keras. Apabila dia merasakan sakit maka dia berusaha untuk menghentikan majunya kemaluan saya. Dan saya hanya mampu menggerakannya perlahan. Sebenarnya saya juga tidak tega dengan pacar saya. Namun jerih payah ini sudah terbayar dengan masuknya kemaluan saya secara keseluruhan.

Saat sudah berhasil masuk, saya juga tidak berani untuk menggerakan kemaluan saya. Kami hanya saling berciuman saja, ini saya lakukan agar rasa sakit yang dialami sedikit berkurang. Lalu saya baru mulai berani menggerakan kemaluan saya keluar masuk vaginanya, walaupun masih pelan-pelan. Dapat kulihat tangannya mengcengkram bantal dengan begitu keras, diikuti dengan mengigit bibir bagian bawahnya. Setelah beberapa lama, kami mengganti posisi. Posisi berganti menjadi saya dibawah dan dia berada diatas. Dia pun saya minta untuk bergerak maju mundur. Dia hanya dapat beberapa kali melakukannya. Dan berkata kalau dia tidak dapat melakukan itu, sambil mengenyampingkan tubuhnya. Saya menunjukan rasa sayang saya dengan memeluk dan mencium keningnya. Lalu saya merapatkan kembali tubuh saya ke tubuhnya. Saya mulai memasukan kemaluan saya kedalam vaginanya. Namun kali ini sangat mudah sekali. Di tekan sedikit saja langsung bisa masuk. Dia jgua tidak lagi merasakan kesakitan. Hanya desahan halus yang keluar. Saya kembali menggerakan pinggul saya maju mundur. Saya berusaha untuk bergerak lebih cepat. Rasanya sungguh licin. Saya dapat merasakan lendir yang dikeluarkan oleh pacar saya dan keringat yang bercucuran. Saya teris melakukannya sambil menciumi bibirnya. Kali ini ciumannya terasa berbeda, dia mulai berani untuk menghisap lidah saya, yang memang sengaja saya julurkan ke mulutnya. Semantara itu tangannya juga tidak tinggal dia, dia berani mengelus punggung dan bokong saya. Terkadang saya juga menjilati putingnya. Namun dia juga lebih suka ketika saya menghisap putingnya. Sebenarnya saya juga masih belum berkonsentrasi. Pikiran saya masih terbagi-bagi. Saya masih memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak merasa kesakitan. Karena itu saya mampu bertahan cukup lama. Kalau tidak pasti saya sudah berejakulasi dari tadi.

Setelah sekian lama, secara tiba-tiba dia menyentakan pinggulnya keatas sehingga kemaluan saya tembus sedalam-dalamnya. Saya juga tidak tau apakah dia sudah mengalami organisme atau belum. Namun dia berada diposisi tersebut cukup lama. Lalu dia berkata kalau dia sudah lelah. saya mencoba untuk mengerti dirinya walaupun saya sendiri belum berejakulasi, saya memutuskan untuk mengeluarkan kemaluan saya dan tiduran di sebelahnya. Saya melihat ada cairan putih keluar dari dalam vagianya, sangat kental dan lengket tetapi tidak kesat seperti sperma.


Sepertinya dia juga menyadari kalau saya belumlah merasakan kepuasan. Lalu dia duduk di sebelah saya sambil kemudian menggenggam kemaluan saya. Dengan perlahan tapi pasti dia menggerakan tangannya naik turun. Saya merasa enak sekali dengan kocokannya. Say juga kembali mengelus payudaranya. Terkadang saya juga memainkan putingnya dengan jari saya. Kali ini pertahanan saya berhasil dijebol olehnya. Saat tangan bergerak lebih cepat, saya dapat merasakan kegelian yang nikmat di ujung kepala kemaluan saya. Lalu saya berejakulasi. Dia mengumpulkan sperma saya yang keluar di telapak tangannya. Lalu dibersihkannya dengan tisu. Lalu setelah cuci tangan dan bersih-bersih, dia datang kembali dan memeluk serta mencium saya. Lalu dia merebahkan tubuhnya diatas tubuh saya dengan kepalanya diatas dada saya. Lalu saya mulai mengelus rambutnya. Lalu kami tertidur pulas.
Baca selengkapnya

Kamis, 28 April 2016

SEKS DENGAN PACAR KAMPUS DI KONTRAKANKU

Seks Dengan Pacar Sekampus




Cerita Sex Dewasa – Cerita seks yang benar-benar dialami oleh teman kami. Saya punya teman biasa dipanggil Luki dari Banjarmasin. Kita kuliah di Yogyakarta. Kita berdua sesama perantauan dan kami sering berbagi pengalaman semenjak pertama kali masuk kuliah dan kita juga menyewa rumah kontrakan untuk tempat tinggal. Kami hidup saling berbagi, terutama dalam halp pacaran. Kita berdua selalu bercerita dan saling membantu untuk mendapatkan pujaan hati masing-masing.
  
Hingga suatu waktu Luki menyukai seorang gadis bernama Tari, Setiap hari, Tari diantar dan jemput karena kuliah karena mereka sekampus. Secara kebetulan kontrakan Luki berdekatan dengan kost tempat tinggal Tari. Mereka berdua bagaikan Romeo dan Juliet. Dimana ada Luki di situ ada Tari. Hubungan mereka pun semakin akrab dan intim.
  
Suatu ketika, malam Minggu tepatnya Tari minta diantar ke tempat sahabatnya yang sedang merayakan ultah. Acara sangat meriah sekali, hingga jam 12 Malam acara masih berlangsung. Tetapi Tari mengajak Luki untuk pulang , karena waktu yang sudah kelewat malam. Sebenarnya Luki pun menolak karena begitu meriahnya pesta ulang tahun temannya Tari tersebut.
  
Dan akhirnya Luki pun menyanggupi untuk segera mengantar pulang Taru , malam semakin larut dan udara dingin pun menyelimuti dan menghembus sepoi-sepoi dalam deru motor Jupiter Luki, Sesampai di kost tempat Tari ternyata pintu gerbang Kosnya sudah dikunci, padahal Tari sudah pesan kepada Ibu kostnya agar pintu jangan dikunci!. Dan akhirnya Luki pun kasih solusi.
  
"Tari.. gimana kalau tidur saja di kontrakanku" kata Luki. Tari terdiam sejenak ( pura pura malu).

"Gimana ya.. aku kan enggak enak sama temen temanmu Luki"  jawab Tari.

"Itu bisa diatur, nanti yang penting kamu mau tidak, dari pada tidur di jalan" kata Luki sambil senyum.

"Ayolah keburu dilihat orang kan nggak enak di jalanan seperti ini Tar" kata Luki

Tari pun menyetujinya, mereka pun bergegas menuju kontrakan Luki... Sesampainya di rumah kontrakan tampak sunyi dan hanya hembusan angin malam karena sahabat-sahabat Luki pada malam mingguan dan tidak ada yang pulang di rumah kontrakan.
  
"Ayo masuk, kok diam saja" kata Luki menyapa Tari.

"Sahabat-sahabatmu dimana Luki ?" tanya Tari.

"Mereka kalau malam Minggu jarang tidur di rumah" jawab Luki.

"Ooo gituyaa.." jawab Tari. Akhirnya Tari dipersilakan istirahat di kamar Luki.
  
"Tar, selamat bobo ya.." kata Luki.

Tari pun tampak kelelahan dan tertidur pulas. Setengah jam kemudian Luki kembali ke kamarnya untuk melihat Tari dan sengaja kunci pintu kamar tidak diberikan kepada Tari, tapi betapa kagetnya Luki melihat Tari tidur hanya menggunakan BH dan celana dalam, karena saat itu posisi tubuh Tari miring hingga selimut yang menutupi tubuhnya bagian punggung tersingkap! Kontolnya oko pun seketika langsung ngaceng saat itu
  
Entah setan mana yang menyusup di benak Luki. Dia pun langsung mendekat ke arah Tari, dengan tenangnya Luki langsung mencium bibir Tari. Tari pun terbangun.
  
"Apa-apaan kamu Luki ?" jawab Tari sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
  
Tanpa pikir panjang Luki langsung menarik selimut dan Luki pun langsung menindih Tari yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Tari meronta-ronta dan Luki pun tidak menggubris, ia berusaha melepas BH dan CD-nya. Tenaga Luki lebih kuat hingga akhirnya BH dan CD Tari terlepas dengan paksa oleh Luki. Nampak jelas buah dada Tari dan bulu lembut memeknya. Tari kelelahan tanpa daya dan hanya menangis memohon kepada Luki. Luki tetap melakukan aksinya dengan meraba dan mencium semua tubuh Tari tanpa terlewatkan. Tari terus memohon, Luki pun tak mengiraukannya.

NONTON BOKEP GRATIS


Dan setelah puas menciumi memek Tari, Luki melakukan aksi lebih brutal. Ia mengangkat kedua kaki Tari di atas perut dan dengan cepat Luki mencoba memasukkan kontolnya ke dalam memek imut Tari.

http://goo.gl/dhAIs2


Tari menjerit tertahan dan hanya isak tangis yang terdengar.
  
"Kumohon Luki, hentikan !" seru Tari dalam isak tangisnya.
  
Dan kontol Luki masuk dalam memek Tari walaupun di awal masuknya cukup sulit.
Luki pun mulai menggoyang pinggulnya hingga kontolnya terkocok di dalam memek Tari. Darah segar pun keluar dari liang jinak Tari, ia pun terus memohon.
  
"Uuuuuuuuh.. uhhhhhhh.. hentikan Luki... !" desah Tari.
  
Tampak sekali wajah Tari menunjukkan kelelahan, dan sekarang hanya terdengar erangan kenikmatan di antara kedua insan ini.
  
Oooh.. ooooh.. ooooh.. Luki pun terus mengocok kontolnya dalam memek Tari dan beberapa saat kemudian terasa Luki akan mengeluarkan sperma, ia pun langsung mencabut dan mengocoknya dari luar dan..
  
Croot.. Croot.. crottttt..sperma Luki muncrat tepat di bibir dan sekitar wajah mulus si Tari.

http://goo.gl/dhAIs2


Mereka kelelahan dan akhirnya tertidur.
  
Hari menjelang pagi saat itu jam menunjukkan pukul 06:30 pagi, Tari terbangun bersamaan dengan itu Luki juga terbangun. Luki melihat Tari yang sedang mengenakan BH dan CD.

"Antar aku pulang sekarang Luki.." kata Tari.
"Iya.. aku cuci muku dulu"  jawab Luki
.
Luki pun mengantar Tari pulang ke kostnya.
  
Selang beberapa bulan hubungan mereka mulai retak, ada kabar kalau Luki mendekati cewek lain sebut saja Lusi, dan akhirnya Luki dan Tari Tarmi bubaran. Tapi reaksi Luki tidak sampai di situ, justru setelah putus dengan Tari, Luki gencar mendekati Lusi. Dengan berbagai cara dan upaya akhirnya mereka jadian.

Sama seperti yang dilakukannya dulu, ia sering antar jemput kuliah Lusi dan kalaupun jemput Lusi biasanya tidak langsung pulang melainkan jalan-jalan kemana saja sambil cari makan tentunya. Sering pula Lusi diajak ke tempat kontrakan Luki lebih sering dibandingkan Tari pacar yang dulu.
  
Pagi itu kuliah jam ke-3 mereka satu ruangan tapi dosen tidak ada jadi jam kosong, mereka berdua bergegas ke tempat Luki. Sampai di kontrakan rumah sepi soalnya sahabat-sahabat ada yang ke kampus dan ada juga yang masih tidur. Mereka berdua langsung masuk kamar Luki, Lusi tiduran di ranjang sambil mendengarkan musik.
  
Luki masuk membawakan kopi susu dan tanpa basa basi Luki membelai rambut Lusi dan Lusi pun bersandar dalam dekapan Luki. Luki langsung mencium bibir Lusi dan tangannya mulai masuk dalam baju street Lusi dan meremas-remas toked.
  
"Luki.. jangan dong.." desah Lusi.

Enggak apa-apa, kan cuma dikit, kata Luki, tapi Luki terus menyerang, ia melepas seluruh pakaian Lusi dan Lusi pun hanya diam tanpa perlawanan, dan jelas sudah seluruh tubuh Lusi yang kuning langsat dan toked lumayan montok.
  
Mereka mulai bergelut mencium dan meremas satu sama lain.

http://goo.gl/dhAIs2


"Lusi, blowjob dong kontolku !" kata Luki. Dibimbingnya kepala Lusi menuju kemaluan Luki. 

"Em.. kemaluanmu besar juga Luki" kata Lusi.
  
Luki hanya diam menikmati hisapan mulut Lusi. Luki pun langsung saja menjilati dan menghisap memek Lusi hingga mereka melakukan posisi 69.
  
Kemudian Luki duduk dengan kaki dijulurkan, ia minta Lusi duduk di atasnya layaknya seorang anak kecil. Tepat kontol Luki masuk dalam liang memek Lusi.
  
"Pelan-pelan Luki..."  kata Lusi mendesah. Lusi mulai menaik-turunkan pinggulnya dan kontolnya Luki masuk seluruhnya dalam memek merahnya Lusi.
  
"Uuuuuh.. ahhh.." desah Lusi sambil menggoyangkan pinggulnya seperti goyang artis porno di situs-situs film bokep.
  
Luki pun merespon gerakan tersebut. Dan mereka melakukan gerakan yang seirama, Ah.. ah.. ah.. desah Lusi semakin keras.
  
"Aku nggak kuat Luki.."  Luki hanya diam menikmati gerakan-gerakan yang dimainkan Lusi.

http://goo.gl/kTpwfM


Dan akhirnya,
  
"Ugh.. ugh.. ugh.. ahh.." desah Lusi yang tubuhnya mengelenjang sambil memeluk tubuh Luki.

Ternyata Lusi mencapai puncak kenikmatan. Dan Luki membalikkan tubuh Lusi tepat di bawah badannya, Luki mulai mengocok kontolnya yang belum lepas dari memek Lusi, dan

"Ahkk..." desah Luki dan beberapa saat kemudian Luki mencabut kontolnya dan meletakkan di bibir Lusi dan

Croot.. Croot.. Serr.. sperma Luki muncrat tepat di seluruh wajah Lusi. Mereka pun akhirnya berpelukan setelah mencapai kepuasan.

FOTO BUGIL INDONESIA


Semenjak kejadian itu mereka sering melakukannya di kontrakan Luki. Entah siang atau malam karena Lusi sering menginap dan tidur satu ranjang bersama Luki. Hubungan mereka semakin intim dan hanya bertahan selama 8 bulan. Hal itu disebabkan Tari mantan pacar yang dulu mengajak membina hubungan kembali. Luki akhirnya pisah dengan Lusi dan kembali lagi dengan Tari.
  
Suatu sore Tari datang ke kontrakan Luki. Tari langsung masuk menunggu di kamar Luki karena diminta sahabat-sahabat Luki.
  
"Luki baru mandi.." kata salah seorang sahabatnya.

"Ooo,. yauda" jawab Tari, dan beberapa saat kemudian Luki masuk dan hanya mengenakan handuk dilingkarkan di pinggulnya.

"Sama siapa Tar.." kata Luki.

"Sendiri aja" jawab Tari sambil mendekat ke arah Luki.
  
Luki tanggap dengan situasi itu, ia langsung mencium bibir Tari dan melepas baju street warna biru muda yang dipakai Tari. Luki langsung mencopot BH dan menghisap puting susu Tari.

"Ah.. ah..." desah Tari.

Tangan Tari langsung meremas kontol Luki yang saat itu handuknya telah jatuh ke lantai. Luki mulai melapas celana panjang Tari serta CD-nya. Mereka bergumul di atas ranjang.

"Ah.. ah.." desah Tari yang semakin merasakan kenikmatan.

Luki mengangkat kaki kiri Tari kemudian dengan sergapnya Luki mulai memasukkan kontolnya ke dalam memek Tari sambil kaki kiri Tari tetap terangkat.
  
Bleess, bleess.. kemaluan Luki masuk seluruhnya dalam memek, Luki suka dengan posisi seperti itu karena memek terasa sempit.
  
Luki mulai menggerakkan kemaluannya keluar-masuk.

"Ah.. ah.. ah.." erangan kenikmatan keluar dari bibir Tari, Luki pun merasakan kenikmatan pula.

"Ugh.. ugh.." desah Luki pelan. 

http://goo.gl/kTpwfM


Beberapa saat kemudian Luki melepas kontolnya, Tari mulai menghisap dan menjilati kontol Luki sambil dikocok dengan jari-jemari lembut Tari.

"Kulum dong Tar.." desah Luki. Tari turuti saja apa kemauan Luki.

Kemudian Luki kembali memasukkan kontolnya dalam memek Tari,Bless.. langsung masuk dan Tari sempat menjerit tertahan karena menahan sakit.
  
Kemudian Luki mulai menggerakkan kontolnya, Bleess.. bleess.. kemaluan Luki keluar-masuk.

"Ah.. ah.. ugh.." tubuh Tari mulai bergetar dan mengelejang.

"Aku keluar Luki.." desah Tari tapi Luki masih mengocok kontolnya dalam memek Tari dan Tari hanya menahan.
  
Kedua tangannya mencengkeram kuat bibir tempat tidur sambil menahan gerakan yang Luki lakukan. Luki mulai bergetar,
  
"Ugh.." desahnya.

"Di luar apa di dalam Tar.." kata Luki pelan.

Tari hanya diam dan Croot.. croot.. serr.. cairan sperma Luki keluar di dalam memek Tari.
Luki pun rebah sambil memeluk tubuh Tari yang hangat dan sudah lunglai.

http://goo.gl/kTpwfM


Mereka tersenyum puas.

"Kamu pinter dech sekarang Tar.." kata Luki. 

"Pinter apaan ?" jawabnya.

"Pinter ngewenya, belum lagi bulu memek kamu tambah lebat dan indah saja"
  
Tari hanya tersenyum saja sambil tangannya membelai batang Kontol Luki. Jam sudah menungjukan Setengah Delapan malam dan meraka pun memutuskan untuk mencari makan keluar dan bergegas mengunakan kembali pakaian mereka masing-masing !
Baca selengkapnya

Minggu, 17 April 2016

AKHIRNYA AKU MENIKMATI PEMERKOSAAN ATAS PAK YANTO

AKHIRNYA AKU MENIKMATI PEMERKOSAAN ATAS PAK YANTO




Perkenalkan namaku Desi. Profesiku adalah sebagai pembantu rumah tangga, dan sudah bekerja di keluarga pak Heri selama 2 tahun, dia adalah kepala desa dan penduduk desa banyak yang menghormatinya. Sekian lama aku mengikuti pak Heri dan aku sudah merasakan pahit dan manisnya menjadi pembantu, termasuk dengan kisahku yang diperkosa. Hingga saat ini aku tidak dapat melupakan kenangan itu dan selalu terbayang saat aku ingin tidur. Aku akan ceritakan kepada kalian teman pembaca Cerita Seks Dewasa.

Semua ini diawali ketika aku berada di kamarku dan aku mengenakan daster dengan bahan tipis karena malam itu sangat panas sekali sehingga aku harus menyalakan kipas sehingga aku dapat tidur nyenyak. Saat aku tidur, aku bermimpi pak Yanto, dia adalah supir pribadi pak Heri. Mimpi ku ini termasuk lucu, karena pak Yanto datang dengan kondisi telanjang bulat. Walaupun pak Yanto sudah lanjut usia, namun badannya masih oke. Dia berotot, bertenaga, dan masih kekar.

Seperti orang di kampung yang mayoritas adalah pekerja keras. Tapi yang membuatku tertarik adalah terongnya yang menggantung di antara kedua pahanya. Dalam mimpiku pak Yanto datang dan langsung meremas-remas payudaraku yang sudah menggantung bebas. Anehnya, apa yang dilakukan oleh pak Yanto terasa begitu nyata, seperti aku sedang tidak bermimpi. Saat pak Yanto mulai menciumi telingaku dengan mulutnya yang besar, itu terasa begitu nyata dan membuatku mengelijang sejadi-jadinya. Tetapi saat aku terbangun dari tidurku, barulah aku sadar apa yang baru saja terjadi. Ternyata apa yang aku rasakan tadi bukan sekedar mimpi. Dihadapanku ternyata benar-benar ada sosok Pak Yanto yang memeluk tubuhku.

”Pak Yanto…! Apa yang Bapak lakukan…?” Aku mendorong tubuh Pak Yanto kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang. 

Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga nyaris telanjang dengan selimut.

”Tenang, Des! Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu…!” Kembali Pak Yanto mencoba merengkuh tubuhku. Namun kembali aku mendorong tubuhnya kuat-kuat ke belakang.

”Pergi…!” bentakku.

”Atau saya akan teriak!”

"Silahkan teriak! Percuma saja kamu teriak." kata pak Yanto.

"Karena tidak akan ada orang yang mendengarmu. Apa kamu lupa, Pak Heri dan keluarga tadi sore sudah berangkat ke Bandung untuk liburan! Jadi lebih baik kamu turuti saja keinginanku!" Pak Yanto tersenyum sinis.

Aku semakin ketakutan ketika Pak Yanto kembali mendekatiku. Segera saja aku melompat dari ranjang dan mencoba berlari ke arah pintu dengan kondisi telanjang. Namun sial! Aku kalah cepat dengan Pak Yanto. Dengan cepat, ia menyergapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. Kedua tangannya mencengkeram kuat lenganku ke atas tembok, sedangkan kedua kakinya mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak. Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga. Namun percuma, tenaga Pak Yanto memang jauh lebih kuat dibandingkan tenagaku yang hanya seorang wanita.

Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman Pak Yanto di Tubuhku.

”Tolong, Pak! Lepaskan saya!” aku menangis dan mengemis kepada Pak Yanto. 

Namun percuma saja. Beliau tidak mendengarkan perkataanku. Bahkan dengan liar Pak Yanto menghunjamiku dengan ciuaman mautnya. Lama kelamaan tanagaku terkuras habis. Tubuhku menjadi lemas. Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan menuruti aturan mainnya Pak Yanto. Perlahan-lahan cengkeraman Pak Yanto mulai mengendor.

Perlakuannya yang semula kasar mulai melunak dan berubah menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainannya ketika dengan lembut Pak Yanto mulai menggesek-gesekkan batang kejantanannya ke atas pahaku. Seketika itu kakiku terasa lemas dan lunglai. Aku tak kuat lagi menopang berat badanku sendiri, sehingga aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, Pak Yanto segera menangkap tubuhku, mengangkatnya lalu membopongku ke atas ranjang.Sesaat terlintas di wajah Pak Yanto sebuah senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut ia mulai melumat bibirku. Entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolaknya. Bahkan ada dorongan kuat dari dalam diriku untuk membalas lumatannya itu.

“Nah…, begitu dong Des! Kalau begini kan lebih enak!” kata Pak Yanto senang.Aku tersenyum tersipu-sipu.”Bapak benar, mungkin lebih baik saya menuruti bapak dari pertama tadi. Lagipula, sudah lama juga saya tidak mendapatkan sentuhan laki-laki”Kembali Pak Yanto tersenyum senang.”Trus, ngapain kamu tadi pake coba berontak, Des?



”"Tadi saya cuma kaget saja. Di balik penampilan bapak yang bersahaja, kok tega-teganya bapak mencoba memperkosa saya. Tapi…, ah sudahlah! Yang pentingkan sekarang saya sudah menjadi milik Bapak!”Kembali Pak Yanto mulai mencumbuku. Ciumannya mulai merambat melalui leherku kemudian turun ke buah dadaku.

Kumis tebalnya yang kasar menyapu kulit dadaku sehingga menimbulkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa.Ciuman dan jilatan Pak Yanto terus bergerak turun. Sementara tangan kirinya meremas-remas buah dadaku, tangan kanannya tengah sibuk di pangkal pahaku membuat pilinan-pilinan yang kurasa nikmat.

”Oh…, Pak Yanto! Jangan siksa aku seperti ini!” rengekku.

Pak Yanto tidak memperdulikan ucapanku. Justru ia malah menyibakkan rumput-rumput liar yang menghalangi pintu goa darbaku.

”Wah…, Des! Indah sekali memiaw kamu. Warnanya merah muda dengan baunya yang semerbak. Oh…, sungguh mempesona. Bagaikan sekuntum mawar merah yang tengah merekah di pagi hari. Pasti kamu merawatnya dengan baik. Oh…, Des! Aku suka sekali dengan memiaw yang seperti ini…!

”Perlahan-lahan Pak Yanto menjulurkan lidahnya dan menyapu permukaan klitorisku. Terasa kasar, memang. Tapi nikmat

!”Ayolah, Pak…! Ouhh…, aku sudah tidak tahan lagi. Aku terus mengemis kepada Pak Yanto.

Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhirnya aku mencari inisiatif lain.Aku mencoba menggerayangi tubuh kekar Pak Yanto sambil mencari-cari buah terong yang menggantung di pangkal pahanya.Dan tidak susah bagiku untuk menemukan buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja, aku mulai mengocok batang peler Pak Yanto di sertai dengan pijatan-pijatan yang membuat beliau merem melek.



Perlahan aku membimbing pelernya menuju ke memek ku yang sudah basah. Namun dengan nakal, Pak Yanto hanya menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala pelernya di atas bibir vaginaku. Terasa geli, memeng. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini.

”Oh…, Pak Yanto! Ayolah….aku udah nggak tahan lagi…, cepet masukin dong!” Aku sudah tak bisa tahan diperlakukan seperti itu.' '

Perlahan aku menaikkan pantatku ke atas untuk menyambut kejantanan Pak Yanto yang sudah ngaceng. Kemudian aku menekan pantat Pak Yanto ke bawah supaya peler itu bisa masuk dengan sempurna.

”Aaarrrghhh…!” aku menjerit kecil ketika batang peler telah masuk.

Pak Yanto yang besar itu menembus liang vaginaku. Awalnya terasa seret dan perih, karena ukuran peler Pak Yanto memang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suamiku. Namun setelah buah terong itu tertanam beberapa saat di dalam liang vaginaku, rasa perih itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat.Perlahan-lahan Pak Yanto mulai mengayunkan pantatnya naik dan turun.

”Hooohh.., Pak! Ssstt…, enak Pak!” aku jadi ngomong tak karuan.

”A…yo, Des!Goyangkan ju…ga pan..tatmu! Ooohhh…!”Aku menuruti kata Pak Yanto.

Kucoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilakukan Pak Yanto. Gesekan-gesekan halus antara batang peler.

Pak Yanto dengan dinding vaginaku terasa begitu nikmat.
”Ohhh…, Des! Ya…begitu…! Te…rus…goyangkan pantatmu! Uuuhh…, oohh…, yes…!

”Pak Yanto tampak begitu menikmati permainan kami.

Kulihat wajahnya menengadah dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari vaginaku. Sesekali dari bibirnya terdengar lenguhan dan desisan kenikmatan.Akupun juga menikmati sodokan-sodokan mantap batang peler Pak Yanto. Bahkan aku memeluk tubuh kekar Pak Yanto dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu. Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh kami, sehingga dada bidang Pak Yanto yang berbulu lembut tampak mengkilat karena basah oleh keringat.

Aku tidak menyangka, ternyata di usianya yang mencapai setengah abad itu, Pak Yanto masih memiliki stamina yang prima. Sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan mautnya. Hingga akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku.

”Ooohh…, Pak! Saya…, mau ke..luar…!Ssshhhtt…, Arrhhhggg…!”

Aku tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku. Namun Pak Yanto masih terus mengayunkan pelernya keluar masuk dan menusuk-nusuk dinding rahimku.

Dan beberapa saat kemudian, aku juga merasakan batang peler Pak Yanto mulai berdenyut-denyut didalam vaginaku. Sampai akhirnya….



”Aaaoouuhhh…, Des! Nikmat bangeet!”Cairan putih kental menyembur deras dari ujung tongkol Pak Yanto.

Pak Yanto pun kemudian menjatuhkan diri ke sisi tubuhku. Nafasnya tampak terengah-engah dan terlihat kecapean.”Oh…,

Pak Yanto! Bapak memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak merasakan nikmat seperti ini.

"Terima kasih ya Pak!” Aku memeluk tubuh Kekar Pak Yanto.Kusandarkan kepalaku di dada bidang Pak Yanto sambil mengelus-elus bulu-bulu lembut yang berbaris rapi sampai ke pangkal pahanya. Dengan lembut pula Pak Yanto membelai rambutku yang sedikit oleh keringat. Ah…, ternyata diperkosa itu tidak selamanya tidak enak. Kali ini justru aku mengharapkannya lagi….
Baca selengkapnya

Rabu, 30 Maret 2016

CERITA SEKS DEWASA - SUARA KENIKMATAN BU NIA DARI ASRAMA WANITA

SUARA KENIKMATAN BU NIA DARI ASRAMA WANITA






Cerita Seks Dewasa - Perkenalkan namaku Rezza, usiaku 17 tahun, aku bersekolah berbeda dengan anak seumuranku, aku sekolah di sebuah asrama yang baru saja didirikan akhir tahun kemarin (2014). Aku lumayan populer disekolah, semua ini di karenakan kontolku yang besar, malah aku terkenal dengan panggilan getol alias gede kontol. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan atas anugrah yang diberikannya ini, tentunya aku juga sangat bangga dengan pusakaku ini. Oke cukup sampai disini perkenalannya, langsung saja ke ceritanya..

Suatau hari, saat aku sudah pulang sekolah, aku langsung ingin pulang ke asrama. Asramaku letaknya bersebelahan dengan asrama untuk wanita. Aku berjalan tanpa memikirkan apapun. Saat sedang berjalan, tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seorang wanita yang aku kenal. Ternyata dia adalah penjaga pintu di asrama wanita saat malam hari.


"Aduuh, maaf yaa" ucap wanita itu.
"Iya tidak apa-apa kok" kataku menjawab.


Wanita itu pun menghiraukanku, dia melanjutkan perjalanannya dan masuk ke dalam asrama wanita. Aku ada rasa penasaran dengan asrama wanita itu, karena setiap hari aku selalu mendengarkan suara yang aneh, suara itu terdengar sangat menggairahkan. Aku tidak tau apa yang terjadi disana, Aku juga tidak mau ambil pusing walaupun suara itu cukup menggangu tidurku.


Besoknya, ketika jam istirahat di sekolah, aku pergi ke kantin untuk memenuhi perutku yang sudah kosong ini, disana aku melihat temanku, Ima. Tampaknya dia sedang bercakap-cakap dengan temannya, Yuli. Lalu aku menguping pembicaraan mereka.

"Yul, kamu tau ga, tadi malam siapa yang muasin bu Nia ?"
"Aku ga tau deh, emang siapa namanya ?"
"Ga tau juga sih. Tapi menurut kabar yang aku denger, korban selanjutnya itu ayahnya Feli"
"Masa sih ? Padahal Feli kan baik, kenapa ayahnya bejat begitu yaa ?"
"Iya.. ya. Aku juga ga ngerti sih.. Yauda balik yuk".
"Ayok"


Perbincangan mereka membuat aku tercengang. Apa yang dimaksud dengan bejat ? Muasin ?. Aku tidak mau ambil pusing itu dan aku melanjutkan perjalananku ke kantin sekolah. Nampaknya hari ini kantin sepi. Untuk mengganjal perutku yang lapar, aku membeli dua potong sosis sapi dan di tambahkan dengan mayonaise. Setelah dari kantin aku kembali ke kelas hingga pelajarkan selesai. Setelah itu aku kembali ke asrama. Diperjalanan pulang, aku kembali melihat wanita yang sempat bertabrakan denganku, saat aku melihat namanya pada name tag yang dikaitkan pada saku kemeja kiri dadanya. Barulah ku ketahui bahwa namanya Nia Setia ningrum. Ternyata yang diperbincangkan oleh Ima dan Yuli. Buk Nia..


Setelah bu Nia melihatku, dia langsung berlari dengan cukup kencang dan itu membuatku sedikit terkejut.


"Hei, kamu.. ia kamu nak" panggil bu Nia

Dia memanggilku, namun aku pura-pura tidak mendengarnya sambil melanjutkan perjalananku.


"Hei, Nak.. !"


Merasa sedikit terganggu, aku berhenti dan melihat dia. Begitu dekat denganku, bu Nia langsung menyekap mulutku dengan sapu tangannya yang berbau aneh. Aku pingsan dibuatnya.


Saat bangun, aku melihat sekeliling ruangan yang aku sendiri tidak tahu berada dimana. Saat itu aku merasa sangat dingin dan seperti ada suatu benda yang mengganjal di dadaku. Agar aku sadar, aku mengedipkan mataku berkali-kali. Setelah berhasil sepenuhnya tersadar, aku terkejut dengan kondisi badanku yang sudah bugil. Penisku tiba-tiba sudah mengeras dan sangat besar. Saat aku melihat ke arah penihku, aku menyaksikan bu Nia sedang mengocok dan mengulum penisku.

"Bu, apa yang ibu lakukan, jangan buk" mintaku.
"Sudah kamu diam aja dan nikmati" jelas bu Nia dan melanjutkan kulumannya.
"Ahh..uuuhhh... udah bu, jangan diteruskan bu, saya masih perjaka bu !" tegasku.
"Saya tidak peduli, yang penting saya senang dan menikmati sssrrrppp.. sssrrrppp..." katanya bu Nia sambil mengulum penisku.


Aku sendiri sudah pasrah, tidak tau harus berbuat apa. Aku hanya terduduk dan menyaksikan bu Nia sedang mengoral penisku.
Seperti kata Ima tadi, bu Nia sudah sangat berpengalaman. Karena nafsuku sudah melonjak, aku nekat dan memberanikan diri. Aku bangun dan langsun membalikan bu Nia, lansung saja aku menindih tubuh bu Nia. Sehingga aku ada di atas dan bu Nia ada di bawah.

Tanpa basa-basi lagi, aku langsung menusuk vagina bu Nia dengan kontolku yang besar dan panjang ini dan juga sudah sangat mengeras setelah masuk dan di emut masuk ke dalam vagina bu Nia yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan jarang. Bu Nia mengeluarkan desahan dan erangan yang keras dan juga sangat menggairahkan. Mendengar desahannya, aku sangat bernafsu, aku menjadi semakin bersemangat untuk mengenjot bu Nia.


Sambil menggerakan penisku manju-mundur, aku mendekatkan bibirku ke bibir bu Nia yang mungil dan basah karena tadi mengulum penisku. Lidahku masuk kedalam mulutnya dan beradu dengan lidahnya, suasana erotis ini sangat nikmat sekali. Bu Nia sangat senang dengan ciuman dan kuluman bibir dan lidahku, bu Nia juga tidak menolah kulumanku, di malah menerika dan menikmatinya. Lidah kami sudah menjadi satu, dan aku semakin keras memberikan tusukan demi tusukan ke dalam vagina bu Nia.


Setelah puas dengan lidahnya, turun ke bawah untuk menciumi lehernya dan aku juga menjilati bagian daun telinga hingga belakang kuping bu Nia. Jilatan yang di padukan dengan tusukanku membuat bu Nia masuk kepayang, erangannya semakin keras saja. Setelah nafas dari bu Nia cukup tenang, aku turun lagi ke daerah payudara bu Nia, aku memang menyukai bentuk payudara bu Nia yang seperti mangkok ini, warna putih serta puting yang kemerah-merahan membuatku semain bernafsu.


perlahan tapi pasti aku mulai memainkan puting susu bu Nia, setelah itu mulai ku gigit kecil putingnya, seketika bu Nia mengerang begitu hebat. Setelah puas memainkan putingnya, sekarang gantian tanganku sudah merasa gatal untuk memainkan puting bu Nia. Payudara bu Nia sangat halus, kenyal dan nikmat untuk di sentuh. Sambil ku terus menusukan penisku ke dalam vagian bu Nia, aku juga menikmati remas-remas payudaranya yang kenyal ini.


Kulihat bu Nia sudah kewalahan menghadapiku. Sepertinya sekarang bu Nia ingin gantian mengambil posisi. Aku mengerti kemauannya dan kami bertukar posisi sambil penis ku tetap menancap pada vaginanya, bu Nia sekarang sudah berada diatas tubuhku dan menukangi penisku. Bu Nia bergerak naik turun mengikuti irama permainan kami.





"aahhh... eennaakk.. Rezzaa terrrr..uuss" erang bu Nia.


Bu Nia semakin liar menunggangi penisku, aku juga semakin bernafsu. Sambil dia naik turun, aku permainan payudaranya dan ku remas-remas karena aku memang gemas. Setelah pertarungan kami yang memakan waktu 45 menit, aku mulai melihat bu Nia sudah cape dan keringat yang bercucuran melewati belahan payudaranya. Aku yang masih bersemangat, membantu bu Nia dengan menopang bokong bu Nia untuk terus naik turun di atas penisku.


"Aaaahh.. uuhhhh.. udah.. mau.. kel.. uar nih.. uuuhhh..." erang bu Nia
"Sebentar yaa bu, kita keluar bareng-bareng" kataku.
"Iyaa Rezz... aahhh... enak banget.." kata bu Nia.


Aku yang sudah sangat bernafsu tinggi, terus ku percepat gerakan naik turun bu Nia, akhirnya cairan ku keluar juga memenuhi vagina dan rahim bu Nia. Aku menembakkan cairan sperma sebanyak 5x.


"crrooottt...crrooottt...ccrrrooott"
"Ahhh.. Akhirnya keluar juga, nikmat sekali bu.." kataku kepada bu Nia.

Setelah itu aku menggeser bu Nia untuk tiduran disamping tubuhku. Lalu dia menarik selimut dan tertidur dengan cepatnya, mungkin karena dia merasa lelah. Setelah membersihkan cairan sperma yang tercecer aku ikut tertidur.


Aku terbangun di pagi hari dan ternyata sudah jam 6 pagi. Aku mencari bajuku dan memakainya, lalu pergi dari kamar itu. Setelah sudah sampai di luar, aku sadar apa yang sudah aku lakukan bersama bu Nia. Dan kini, aku sudah mengetahui suara aneh yang setiap malam ku dengar dari asrama wantia, ternyata itu adalah suara erangan bu Nia.
Baca selengkapnya

Jumat, 18 Maret 2016

CERITA SEKS DEWASA - KISAH MEMERAWANI PACAR CANTIKU

KISAH MEMERAWANI PACAR CANTIKU





Cerita Seks Dewasa - Kali ini kau ingin menceritakan pengalamanku saat memerawani seorang gadis cantik bertubuh seksi dan seorang anak kost. Aku masih sulit untuk melupakan kenangan tersebut. Kadang masih terbayang oleh ku bibir merahnya yang imut.

Inilah cerita pengalamanku dengan anak kos yang sangat cantik itu. Aku bertemu dengannya saat pulang ke Jakarta, dia masih bersekolah di sekolah favorit di Jakarta, dia berbadan mungil, cantik dan sungguh seksi. Mungkin memang sudah takdirku, dia pindah kost di rumahku, jadi aku bisa dengan mudah mendekati dan berkenalan dengannya.

Begitu aku berkenalan ternyata dia orangnya sangat pandai bergaul dan asik untuk di ajak berbicara jadi aku berani untuk menyatakan perasaanku kepadanya. Tak di sangka, aku begitu beruntung ternyata, dia menerima pernyataan perasaan aku.Sungguh senang sekali perasaanku waktu itu.

Berselang 3 hari semenjak aku berkenalan dengan dirinya, aku mengajaknya untuk berlibur ke luar kota. Dengan senang dia mengiyakan ajakanku. Selama di perjalanan, kami menghabiskan waktu dengan ngobrol dan saling bercanda mesra. Dasar memang otak mesum, aku mulai mencoba menyentuh pahanya dengan pura-pura tidak sengaja, awalnya tangan ku di tepis olehnya namun lama-lama dia membiarkan tanganku. Mungkin karena dia menikmati elusan tanganku, maka aku semakin berani untuk menyentuh sampai ke daerah selangkangannya. Dia tetap diam dan menikmati elusan demi elusan dari tanganku.

Tapi aku lebih tertarik ke payudaranya, maka aku tarik tanganku dari pahanya dan meminta ijin dia untuk menyentuh payudaranya. Walaupun awalnya dia menolak, tapi aku tidak mau coba untuk merayunya.

Dengan malu-malu dia mengganguk kecil. Maka dengan cepatnya tanganku langsung menerobos masuk kedalam bajunya dan mulai meraba, mengelus hingga kuremas payudaranya yang mungil tapi kenyal dan halus itu. Desahan darinya akibat permainan tanganku di payudaranya mewarnai perjalanan kami. Desahannya semakin kuat ketika aku memainkan putingnya dengan dua jariku, Sambil tetap menyetir mobil sedanku, aku keluarkan penisku yang sudah menegang dan keras dari tadi. Lalu aku menarik tangannya untuk menyentuh penisku, ketika tangannya mulai menggapai penisku, langsung dia tarik kembali mungkin karena baru pertama kali jadi dia terkejut.

Dengan sedikit kesabaran dan gombalanku, dia mulai memegang penisku dan mulai berani untuk mengelusnya.

"Her, barangmu sungguh besar, tanganku tidak muat untuk mengengamnya" dia berkata seperti itu.
"iya, payudara kamu juga halus sekali" kataku sambil aku menikmati elusan tangannya pada penisku.

Akhirnya kami telah tiba di kota tujuan dan aku memutuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu, kemudian mulai berbelanja keperluan-keperluan untuk kami berdua selama di kota itu.

Saat malam hari, kami berdua menghabisakan waktu dengan saling mengobrol. Dia hanya mengenakan daster (baju tidur) dan tidak mengenakan bra. Jadi tanganku bisa dengan leluasa meraih dan memainkan payudaranya. Aku melakukan itu di balkon kamar.

"Sayang, jangan terlalu keras, aku sakit nih" kata dia saat aku meremas payudaranya.
"maaf yaa, soalnya aku gemas sekali dengan payudara kamu" jelasku.
"iya, tapi sakit" katanya begitu.
"iya pelan-pelan deh nih, kita pindah di ranjang aja yuk" ajakku padanya dan dia mengiyakan perkataanku.

Setelah kami masuk, belum sampai ranjang, aku langsung memeluk dirinya dari belakang dan mulai menciumi lehernya yang putih. Kuciumi tengkuk lehernya dengan nafsu.  Dia merasa geli sedangkan kedua tanganku mulai meraba kembali payudaranya.

"Akh, yang.. shhhh...“ dia mulai mendesah.

Melihat dia mulai menikmati permaiananku, tanganku mulai membuka dasternya hingga dia hanya mengenakan celana dalam berwarna putih. Lalu kuciumi bibirnya sambil memainkan lidahnya, dia mulai membalas ciumanku. Tanganya tidak tinggal diam, dia mulai mengelus-elus penisku yang sudah mulai tegang.


"aahhh.. terus yang.." pintaku.
"panjang dan besar sekali yang" katanya.
"eemm.. enak banget yang" kataku sambil aku remas dan mengelus payudaranya yang mulai mengeras. 

Tanganku pun mulai menurunkan celana dalamnya. Aku mulai mengelus dan memainkan gumpalan daging yang disertai dengan bulu kemaluan yang baru tumbuh, merasa nikmat dia langsung mengelijang, aku meneruskan permainanku dengan memainkan klitorisnya.

"aahh.. enak sayang, lakukan dengan pelan-pelan yaa.." katanya sambil meremas penisku. 

Lalu aku mulai menciumi payudaranya yang kenyal dan terus turun ke pusarnya, hingga pada akhirnya aku sampai pada memeknya dan lidahku mulai menjilatinya. Saat lidahku mulai menyentuh klitorisnya, dia mengelijang kegelian. Karena sudah sangat terangsang dia menaikan pinggulnya sambil mendesah keenakan.


"Sekarang gantian ya sayang" pintaku padanya sambil menunjuk ke penisku. 

Dengan perlahan dia mulai menjilati penisku yang telah mengeras dengan sempurna. Ketika penisku mulai masuk ke dalam mulutnya, aku mulai merasakan kenikmatan surgawi.

Setelah puas, aku menelentangkan kekasihku di atas kasur kami. Ku perhatikan terlebih dahulu tubuh kekasihku yang putih dan payudaranya yang mungil serta memeknya yang kemerahan. Lalu aku mulai ke tahap selanjutnya, Ku elus-elus klitorisnya dengan penisku. Dia kembali merasakan kenikmatan dan mulai terangsang. Lalu aku mulai menekan penisku pelan-pelan menerobos masuk memeknya. Dia menaikan pinggulnya seperti menyuruhku untuk memasukan penisku dengan cepat ke dalam memeknya.

"Ayo yang, cepat masukan, aku sudah tidak sabar lagi" katanya sambil menarik pinggulku.
"iya sayang, sedikit lagi nih yang" kataku dengan nada mesra. Aku memasukan penisku pelan-pelan karena takut dia kesakitan karena penisku yang besar ini dan memeknya memang sungguh sempit sekali.

"Ahhh.. sayang sakit.. aduuhhh.." katanya kesakitan saat penisku berhasil masuk kedalam memeknya yang perawan itu.

"tahan sedikit yaa sayang.. nanti sakitnya akan hilang dan berganti dengan kenikmatan lagi" kataku mencoba meyakinkannya. 

Mulai ku maju mundurkan penisku dan kurasakan memeknya yang basah dan hangat. Saat memperhatikan penisku, aku melihat cairan merah darah keluar dari memeknya dan itu menjadi bukti kalau aku berhasil memerawaninya.

"Terus yang... aahhh.. nikmat sekali yang.. uuhhh..." katanya saat penisku dengan cepat mengesek memeknya dengan peniku yang panjangnya 18cm. Aku juga mulai merasakan kenikmatan dari himpitan dinding memeknya pada penisku.

"Ahh yang... sempit sekali memekmu.. sungguh nikmat" kataku memujinya, dan dia mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun. 

Tidak lama setelah itu, dia memeluku dengan erat dan mengerang kenikmatan. Dia terlentang lemas dengan penisku yang masih ku pompa keluar masuk memeknya yang sangat basah akibat orgasmenya tadi.

Saat itu aku melihat air matanya mengalir, melihatnya menangis aku berkata pelan padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Mendengar ucapanku, dia tersenyum dan aku mulai memompa kembali penisku. Dia pun mulai mendesah kembali. Malam itu aku melakukannya seks dengannya hingga 5 kali. Hingga akhirnya aku dan kekasihku tertidur nyenyak hingga pagi menjelang.
Baca selengkapnya

Jumat, 11 Maret 2016

CERITA SEKS DEWASA - SEPONGAN LIA DI WC SEKOLAH

SEPONGAN LIA DI WC SEKOLAH




Ini adalah Cerita Seks Dewasa yang menceritakan tentang gadis pelajar berusia 17 tahun bernama Lia yang kalau oral seksnya sangat nikmat. Saat itu ulang tahun sekolah tempat gue belajar selama 2 tahun. Hari ulang tahun sekolah menjadi hari bahagia bagi kami siswa siswi yang sekolah. Karena kami semua tidak belajar dan udah dari 2 hari kami hanya membantu mempersiapkan acara yang dilakukan untuk menyambut ulang tahun sekolah.

Pada saat ulang tahun sekolah, kami mengadakan berbagai acara yang pastinya sangat seru dan menghebohkan. Mulai dari lomba band sekolah dan lomba menarik lainnya, seperti lomba antar kelas sampai lomba dance. Tapi untuk lomba modern dance ini tidak diadakan untuk antar kelas, tetapi untuk antar angkatan yang membuat acara ini seru adalah suporter dari masing-masing kelas dan angkatan yang saling adu mulut sampai pukul-pukulan untuk tim yang mereka idolakan! Biasalah anak muda seperti kami egonya lagi tinggi-tingginya

Ok kembali ke acara ulang tahun sekolah gue yang dimulai dari jam sembilan pagi. Tapi gue datang ke sekolah jam 11 siang hehe.. Maklumlah gw anak nakal yang suka nyari sensasi dan sengaja gue datangnya telat hanya untuk nonton band-band ibu kota dan menyaksikan lomba modern dance saja. Dan akhirnya saat yang dinanti datang juga.

Modern dance angkatan kelas tiga yaitu angkatan gue sendiri yang beranggotakan 6 orang. Tapi yang gue kenal dekat hanya Lia yang nama lengkapnya Amelia Tantri. Ada yang gw lupain nih. Gw baru aja kenalin orang lain, padahal gue aja belom kenalan!hahaha.. nama gw Anton bro. Nama panjang gw Anton Purnama.

Acara dimulai dari penampilan adik kelas gw, yaitu kelas 1 terus lanjut ke kelas 2 dan kelas 3 jadi yang terakhir. Mereka mulai membuka formasi di tengah lapangan. Pakaian yang mereka kenakan cukup minim jadi keliatan seksi. Tapi bagian perutnya ga terbuka sih. Tapi gw bisa liat dengan jelas payudara mereka yang baru tumbuh itu. Karena pakaian mereka yang cukup ketat.

Pakaian itu membuat mata murid-murid fokus ke pakaian mereka. Tambahan dari lagu-lagu remix dan techno buat murid-murid sekolah gue itu meliukan badannya. Lompatan atau gerakan seksi dari dance mereka, buat payudara mereka ikut bergoyang-goyang dan bergetar-getar! Bikin gw nafsu aja.

Mata gw lebih fokus ke Lia. Bukan cuma body yang seksi aja tapi parasnya dia juga cantik banget. Nilai plus lainnya adalah rambutnya yang tergerai indah itu. Sebenarnya ga cuma dia aja yang seksi, masih ada temen dia satu lagi yang bikin gw jadi bingung harus liat yang mana.

Payudara Lia lebih besar dari temen cewe lain di kelas gw. Perhatian gue tetap tertuju pada Lia. Wajar aja gue merhatiin terus, menurut gue dia cewek paling seksi secara fisik. Setelah mereka bermodern dance ria & membangkitkan gairah para laki-laki, dengan keringat bercucuran di kening, leher & bagian-bagian lainnya, mereka segera berganti baju.

Lia segera menuju kelas untuk kembali berpakaian seragamnya. Seiring langkahnya berjalan, payudaranya juga ikut bergoyang. Setelah itu Lia mengambil baju ganti di tasnya lalu beranjak ke kamar mandi sekolah untuk ganti baju.

Gw ikutin dia aja dari belakang. Tali branya terlihat jelas nyeplak di balik bajunya yang penuh keringat. Wow.. sedap banget deh. Setelah itukulihat dia masuk ke kamar mandi. Sewaktu gw baru sampai di depan pintu kamar mandi yang di masuki, ternyata bra dan celana dalamnya jatuh di depan pintu.

Langsung aja gue pungut bra dan celana dalamnya. Gue langsung ke kamar mandi cowo buat kencing. Sebenarnya gw juga ga ada keinginan untuk sembunyiin bra dan celana dalam Selagi kencing gw mutusin buat balikin bra dan celana dalam ini ke Lia.

Begitu gw keluar kamar mandi cowo, gw liat Lia bolak-balik kebingungan.

"Lagi nyari apaan Lia ?"
"Eh elu ton, gw lagi nyari bra sama cd gw nih. Lu liat ga ?"
"Ohh ini yaa ?" sambil tunjukin bra dan celana dalamnya.
"Iyaa nih bener banget. Ini punya gw, lu nemu dimana ?"
"Tadi nih jatoh. Terus gw pungut aja"
"Yauda deh. Thanks yaa Ton"
"Iya Lia, sama-sama"
"Yauda deh, gw ganti baju dulu yaa. Gerah banget nih.”
"Ngapain Lia?"
"Ganti baju lah.. knp?? Mo ikuuut??” Tanya Lia nakal.
"Hehehehe.. Emang boleh nih Lia ??"
"Hmm..." Dia perhatiiin sekitar dulu. Terus ngajak gw masuk barengan di satu kamar mandi.
"Yauda yuukk masuk bareng"
"Lia gw mau kencing dulu nih, tapi lu jangan liat yaa."Langsung aja gw belakangin Lia. Terus kencing. Dan Tiba-tiba Lia berkata.
"Ohh my god. Gede banget Ton barang (Kontol gue maksudnya) lo" Gue jadi kaget.

"Lia, kan tadi gw bilang jangan ngintip. Kenapa ngintip sih?"
"Hihihihi.. Sori Ton, ga sengaja gw… hehehehe.. gue penasaran juga sih. Pengen liat…"
"Ahh, dasar lo Lia. Yauda, sana ganti baju. Tadi kan lu mau ganti baju?"
"Yauda" Gue pun memakai celana gue lagi.

Lia mulai sibuk membuka baju dancenya. Terus celananya. Terus branya. Lalu cdnya.
Gue pun merhatiin semuanya satu per satu.




“Eh Ton, Lu jangan liat kesini dong." Sambil Lia tutupin payudaranya pake tangan kiri dan tangan kanannya tutupin mekinya yang indah itu.
"Hehehe. gue penasaran juga Lia"
"Penasaran??"
"Iya"
"Lo juga tadi penasaran sama barang gue kan?"
"Iya sih" sambil ia senyum-senyum.
"Lia, gue mo remes-remes toket lo dong. Boleh ga?"
"Ha? Tai lo Ton. Emang lo siapa gue!!"
"Bentar aja Lia."
"Tapi gue juga pegang-pegang barang lo ya Ton? Biar adil."
"Oh yawdah"dan gw pun ngebuka resleting gue. Nyingkap CD gue. Trus ngeluarin Kontol gue.

Gue seneng banget ngeremes-remes toket Lia yang gede itu. Lia sih agak ragu-ragu buat pegang kontol gw.

"Knp Lia ? Pegang dong… gue aja udah megang toket lo nih. Sekel banget sih Lia toket lo?"
"Ihh, gue baru pertama nih megang barang cowo. Hahaha."
"Sstt. Jgn kenceng-kenceng ketawanya…"

Gw yang terbawa nafsu, sedikit paksa Lia buat pegang kontol gw. Akhirnya dia pegang juga kontol gw yang udah ngaceng ini.

"Oowwhhh… kocok-kocok dong Lia..." Pinta gue.

Biar udah berani megang tapi Lia masih malu-malu buat kocok kontol gw. Akhirnya dengan gw tuntun Lia mulai kocok kontol gw pelan-pelan dan rasanya tuh enak banget.

"Owwhhh… enak Lia... agak kenceng dong megangnya…"
"Iya… ohh gede bgt sih Ton?? Lo dah ngaceng ya nih??"
"Iya udah lah. Secara gue ngeremes-remes toket lo udah nafsu gini. Pasti dah ngaceng."
"Lia.. gue isep yah toket lo??"
"Ihh, gila lo ah."
"Sebentar deh…"
"Yauda nih…" Lia pun menyodorkan toketnya ke mulut gue. Tapi ia ngelepasin kocokannya dari Kontol gue.
"Lia, sambil kocokin Kontol gue juga dong. Jangan berenti…"
"Uwhh… iya iya… cerewet lo ahh…" Dia pun ngocok Kontol gue agak cepet.
"Aahhhh… ohhhh… enak Lia.." suara gue mendesah. Trus gue kenyot-kenyot toketnya.
"Ahhh… yg cepet lagi Lia.. oohh… uuhhh… ssshhh…" sambil gue kulum lehernya, trus ke bibirnya.
"Lia, sepongin dong sebentar…"
"Ha?"
"Sepongiiin… masukin Kontol gue ke mulut lo… trus kocokin pake mulut lo…"
"Aaahhh!! Gak ahh!! Pake tangan aja yah Ton? Nnti kapan-kapan deh." Lia nolak.
"Bentar meliaa… pengen nihh…" gue memohon.
"Ah lo Ton. Yauda, tp bentar aja ya"
"iya, sampe keluar…"
"Ahh, tp peju lo jgn dikeluarin dimulut gue!!"
"Iya, gak… nnti kalo gue dah mau muncrat gue cabut Kontol gue dari mulut lo…"
"Yaudah, maen cepet yaa. Takut dicurigain nih gue ntr sama anak-anak yang laen."
"iya" jwab gue.

Dengan jongkok di depan gw. Wajah Lia yang cantik, berhadapan langsung dengan kontol gw yang besar dan item ini. Langsung aja gw sodorin kontol gw ke mulutnya. Tanpa ragu Lia langsung pegang dan membuka lebar mulutnya. Abis itu gw dorong sedikit kontol gw biar masuk mulut Lia. Baru deh sensasi yang bener-bener enak mulai terwujud. Lia langsung merapatkan mulutnya dan memaju-mundurkan mulutnya sambil memainkan lidahnya untuk memberikan sensasi yang luar biasa ke kontol gw.




Kontol gw yang anget ini menjadi sangat keras. Rasa lembek dan empuk dari lidahnya memberikan kenikmatan yang tiada tara.
Biar lebih nikmat lagi, gw ikut maju-mundurin kontol gw di mulut Lia.

"Ooohh… Lia.. enaaaaaakkk… mmmhhhhhh… ooohhh… sshhhh…" sambil gue belai-belai rambutnya yg ga terlalu panjang.
"Mmmhhhhh… mmmmhh… mhhhh…" Lia pun mendesah smbil terus nyepongin Kontol gue.
"Ooohhhhhhhhh… teeruusss Liaa.. ooohhh… eeennnaaakkk… terus Lia.."
"Mmhh… mmhhhh…"
"Cepetin lagii Lia.." pinta gue.
"Mmmhhh… mhhhh… mmmhhhhhhmmhhhh…" Lia pun sedkit agak kewalahan nyepongin Kontol gue.
"Aaahhhh… ooouhhhcchhh… enak Lia.. oowwwhhhwwwwwhhh… sshhhhhh"

Karena tau gw udah pengen keluar, Lia langsung mempercepat kocokannya. Biar lebih mantep keluarnya gw ikutan mempercepat memaju-mundurkan kontol gw di mulut Lia. Karena terlalu cepat akhirnya gw ngerasa bakalan keluar sekarang nih peju gw.

"Aaohhh… Lia.. gue mau keluar nihhhh…"

Setelah dia sadar peju gw udah mau muncrat. Terus Lia ngelepas kontol gw dari mulutnya dan bangkit untuk berdiri sambil terus kocokin kontol gw. Terus gw pegang tangan dia yang satu lagi. Gw tuntun buat pegang biji gw. Sambil toketnya gw remes-remesin terus muncrat deh peju gw.

"Kocokin yang cepet Lia.."

Semakin lama semakin bertambah cepat kocokan Lia. Selagi dia ngocokin kontol gw, gue cium aja bibirnya yang imut-imut berwarna pink itu, sambil gue remes-remes toketnya yang sekel dan besar itu.

Akhirnya setelah kira-kira 5 menit dikocokin pake tangannya.

"Aaarrghhhh… cchhaaaaaa… gue mauuu keluarrrrr nihh…"
"Uwwhh, yauda keluarin aja Ton…" dia pun ngarahin Kontol gue ke wc biar peju gue nnti langsung ke buang ke lubang wc tanpa berceceran di lantai.
"Aaarghhh… oooooooooouhhhhhhhh… sssssssshhhhhhhhhhh… aaaaah… gue keluar Lia" akhirnya peju gue pun keluar. Peju gue muncrat 7x. dari mulai banyak sampe keluar setetes setetes.

"Oouhwwww… gila Ton, banyak banget peju lo… duuhh kena tangan gue lagi nih…" Lia langsung ngelepasin tangannya dari Kontol gue. Trus dia ngebersihin tangannya yang kena peju gue sedikit pake aer di gayung.
"Uuffhh… iya nih Lia, udah lama sih gue gak coli… tapi akhirnya sekarang gue malah dicoliin sama lo… capek nih Lia.. Lia bersihin dong peju gue nih dikit lagi pake mulut lo…" pinta gue ke Lia.
"Apa?" Lia kaget.

"Jilatin dikit nih ujung Kontol gue, kan masih ada sisa-sisa pejunya…"
"Ih males. Gak ah. Jijik gue."
"Yah, tanggung nih Lia.. dikit lagi"
"Gak. Nnti aja yah kapan-kapan Ton…" Lia memberi harapan.
"Huh. Dsar lo Lia. Tanggung juga nih. Yauda deh."
"Nih gue bersihin peju lo yang di sini aja nih." Kata Lia sambil nyiramin aer ke dalem wc yang sebelumnya banyak peju gue.

Setelah bersihin peju gw yang berceceran di lantai, Lia pun kembali berganti baju. Gw juga mulai pakai celana dalem gue dan celana sekolah gw. Kemudian resleting celana panjang sekolah gue. Gue Liatin Lia. Dia super seksi banget. Satu per satu dia pakai baju dan celananya. Mulai dari celana dalemnya yang warna putih dan branya yang warna merah. Tapi dia keliatan sulit untuk mengaitkan branya. Jadi dia minta tolong gw buat ngaitin branya.

"Ton tolong pakein dong." Ia pun membelakangi gue meminta mengaitkan pengait branya.
"Tapi ada syaratnya dong…" ucap gue ngeledek.
"Syarat apaan?"
"Tebak dong"
"Hmmm apa ya. Ga tau ah! Udah cepetan pakein!!" ia pun agak sedikit ngotot.
"Itu tuh." Gue pun menunjuk ke arah memiawnya.
"Ohh ini… lo mau ngewe sama gue?" Lia pun bertanya dengan nada agak sedikit kaget.
"Iaa, gue pengen ngewe sm lo Lia.. blh ga?"
"Anjjrriitt lo Ton, apa masih kurang yg skrg?"
"Kurang laaaah… gue mau nyicipin tubuh lo pake Kontol gue…"
"Aaaaaaaahhh!"
"Sssstt, jgn kenceng-kenceng Lia.. Ayoo dong Lia.. kapan-kapan yaaahh?? Ga sekarang kok…" ucap gue memohon lagi.
"Gue masih virgin laaahh Tonn."
"Ahh yakinnn lo??"
"IYA!"
"Kalo dari toket lo yg gue pegang tadi sih kayanya lo udah ga virgin deh…"
"Hah? Tau dari mana lo???"
"Ya tau laaahh, kalo toket cewe yang udah ga virgin tuh udah agak kendor sedikit, ga terlalu sekel banget…"
"Hahhha gila ya lo, kayanya udah ahli banget nih soal beginian." Sambil dia sibuk merapikan bajunya.
"Iya dong, makanya kapan-kapan mau nyoba ngewe sama gue ga?"
"Hmmm gimana yaaaaa, yaa liat nanti aja deehhh". Sambil berkaca di cermin kecil sambil merapikan rambut dan poninya.
"Yawdahhh nnti kapan-kapan kita coba yaa??" Ucap gue memastikan.
"Iya ahh, yauda, gue mau balik ke anak-anak dulu nih. Ntr gue dicurigain lagi ganti baju doang kok lama banget." Dia pun membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.
"Sipp, ati-ati lo. Thankss Lia atas handjob dan blowjob lo… Hehhhe"
"Haahh, bakalan enak nih kalo seandainya nanti gue ML sama dia" Pikir gue.

Setelah Lia pergi kembali ke kelas, gw mulai merasa nyesel. Kenapa penyesalan selalu datang belakangan. Bukan penyesalan karena udah minta Lia nyepongin kontol gw. Tapi karena gw ga ngentot sama Lia tadi di kamar mandi. Gw bayangin aja, gimana tadi gw ngentot sama Lia di kamar mandi. Tapi sebenernya gw lebih terobsesi buat ngentotin Lia, kalau dia masih perawan. Gw bayangin gimana rasanya kontol gw masuk kedalam mekinya yang masih berwarna pink dan bulu mekinya yang masih jarang. Pasti enak banget deh.
Baca selengkapnya